Pernyataan Saiful Mujani Jangan Rusak Demokrasi

Ilustrasi visual yang menggambarkan pentingnya menjaga konstitusi dalam kehidupan demokrasi Indonesia, di tengah dinamika dan polemik politik nasional yang berkembang di ruang publik.
8.3K pembaca

Politisi Gerindra Vincentia Jenny Retno melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Saiful Mujani yang dinilai mengarah pada ajakan inkonstitusional untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Jenny, narasi yang berkembang dalam video tersebut berpotensi menyesatkan publik karena mengabaikan mekanisme konstitusional yang telah diatur dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Demokrasi itu ada aturannya. Tidak bisa kita mengajak publik menjatuhkan presiden di luar mekanisme yang sah. Itu bukan kritik, itu bisa menjadi preseden buruk bagi kehidupan berbangsa,” tegas Jenny dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Gambar

Ia menilai, sebagai akademisi, Saiful Mujani seharusnya memberikan edukasi politik yang mencerahkan, bukan justru mendorong opini yang dapat memicu instabilitas.

Politisi asal Jawa Barat ini menegaskan, jika terdapat ketidakpuasan terhadap pemerintahan, jalur yang tersedia sudah jelas, mulai dari kritik terbuka, pengawasan publik, hingga mekanisme politik formal seperti pemilu dan proses konstitusional lainnya.

“Kalau semua orang bisa mengajak menjatuhkan pemimpin di luar aturan, lalu untuk apa kita punya konstitusi? Ini berbahaya jika dibiarkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan, pernyataan semacam itu dapat memicu polarisasi di tengah masyarakat, terutama di era media sosial di mana informasi mudah menyebar tanpa filter.

Jenny juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga nalar kritis dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertentangan dengan prinsip demokrasi.

“Silakan berbeda pendapat, silakan mengkritik. Tapi jangan keluar dari koridor hukum. Kita semua punya tanggung jawab menjaga demokrasi ini tetap sehat,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap