Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Hafizh, mengajak mahasiswa di seluruh Indonesia untuk menyampaikan aspirasi secara damai, konstitusional, dan bermartabat di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
Menurut Hafizh, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal jalannya demokrasi melalui kritik yang objektif, berbasis data, dan berorientasi pada solusi bagi kepentingan masyarakat.
Ia menilai meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat. Namun, penyampaian aspirasi harus tetap mengedepankan etika, menghormati hukum, dan menghindari tindakan provokatif maupun anarkis.
“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga marwah gerakan kemahasiswaan sebagai kekuatan intelektual yang mampu menghadirkan kritik yang objektif dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa,” ujarnya.
Hafizh menegaskan DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tetap berkomitmen menjaga independensi organisasi kemahasiswaan sebagai representasi aspirasi civitas akademika. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak yang dijamin konstitusi, tetapi pelaksanaannya harus tetap berada dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi etika akademik.
Ia menambahkan, keberhasilan sebuah gerakan mahasiswa tidak diukur dari besarnya tekanan yang diberikan ataupun kerusakan yang ditimbulkan, melainkan dari kualitas gagasan, argumentasi, kemampuan membangun dialog, serta kontribusinya dalam mendorong lahirnya solusi atas berbagai persoalan bangsa.
Hafizh juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun ajakan yang mengarah pada tindakan melanggar hukum. Menurutnya, aksi yang berujung anarkis justru berpotensi mengalihkan perhatian publik dari substansi tuntutan yang diperjuangkan.
Sebagai bentuk komitmen menjaga iklim demokrasi yang sehat, DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyampaikan sejumlah poin sikap, di antaranya menjaga independensi organisasi mahasiswa, mendukung kebebasan berpendapat sesuai konstitusi, mengedepankan dialog yang konstruktif, memperkuat tradisi intelektual melalui diskusi dan kajian ilmiah, serta mendorong komunikasi terbuka antara mahasiswa, pemerintah, aparat penegak hukum, dan perguruan tinggi.
Melalui pernyataan tersebut, DEMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berharap gerakan mahasiswa tetap menjadi mitra kritis pemerintah yang mampu mengawal jalannya pemerintahan secara objektif, konstitusional, dan beretika, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara efektif tanpa menimbulkan konflik maupun tindakan destruktif.






