Citra Bangkit dari Perundungan dan Raih Prestasi Karate

oleh
Citra, siswi Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, mengenakan pakaian adat dalam sebuah kegiatan. Citra bangkit dari pengalaman perundungan dan berhasil meraih prestasi di bidang karate.(Sumber: kemenpora.go.id)
10.4K pembaca

Keterbatasan hidup tidak menghalangi Citra, anak berusia 10 tahun asal Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, untuk bangkit dan meraih prestasi. Setelah kehilangan ayah dan mengalami perundungan di sekolah, Citra kini menemukan kembali kepercayaan dirinya melalui Sekolah Rakyat dan olahraga karate.

Citra kehilangan ayahnya saat berusia delapan tahun. Sang ayah meninggal dunia akibat diabetes. Kepergian tersebut menjadi pukulan berat bagi Citra karena keduanya dikenal sangat dekat.

Sebelum meninggal, ayah Citra masih memikirkan pendidikan putrinya. Ia sempat menitipkan pakaian dan sepatu kepada sang ibu agar Citra tetap dapat bersekolah.

“Citra itu, waktu bapaknya meninggal, ia sedih karena dia lengket sama bapaknya,” ujar Hajrah, ibu Citra.

Mengalami Perundungan di Sekolah

Setelah kehilangan ayah, Citra menghadapi tantangan lain. Ia mengalami perundungan di sekolah karena kondisi ibunya yang merupakan penyandang disabilitas.

Pengalaman tersebut membuat Citra merasa tidak nyaman bersekolah. Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menghindari perundungan, Citra kemudian berkeliling menjual kacang.

Sementara itu, ibunya bekerja sebagai penyapu masjid untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut turut memengaruhi kepercayaan diri Citra. Kesempatan untuk belajar dan mengembangkan potensinya pun sempat terhambat.

Menemukan Kepercayaan Diri di Sekolah Rakyat

Perubahan mulai terjadi setelah Citra bersekolah di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene dan Kepulauan.

Di lingkungan baru tersebut, Citra memperoleh dukungan dari teman-teman, wali asrama, serta para tenaga pengajar. Dukungan itu membuatnya kembali bersemangat mengikuti kegiatan belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Citra juga mendapat kesempatan mengembangkan bakatnya di bidang olahraga, khususnya karate.

Tekun berlatih, Citra akhirnya berhasil meraih prestasi dengan menjadi juara dua dalam cabang olahraga karate.

“Dia bilang, ‘Mama saya ini dapatkan juara dua karate’, lalu saya bilang alhamdulillah,” tutur Hajrah.

Wali asuh Citra di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67, Maysaroh, mengatakan perubahan positif terlihat dalam diri Citra sejak mengikuti pendidikan di sekolah tersebut.

Menurutnya, Citra yang sebelumnya cenderung merasa rendah diri kini mulai mampu berinteraksi dengan teman-temannya. Ia juga semakin berani menunjukkan bakat yang dimiliki.

“Alhamdulillah, setelah di Sekolah Rakyat, Citra sudah mampu berinteraksi dengan teman-temannya dengan baik. Citra juga memperlihatkan beberapa bakat, termasuk karate, yang sekarang Citra berprestasi dalam bidang itu,” jelas Maysaroh.

Sekolah Rakyat Jadi Ruang untuk Bangkit

Bagi Citra, Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat untuk kembali mendapatkan pendidikan. Lingkungan tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kembali kepercayaan diri dan mengembangkan potensi.

Dukungan yang diterimanya membuat Citra mampu melewati pengalaman sulit yang pernah dialami dan kembali memiliki semangat untuk belajar serta berprestasi.

Citra pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program Sekolah Rakyat yang menurutnya telah memberikan kesempatan untuk kembali bersekolah dalam lingkungan yang membuatnya merasa nyaman.

“Halo, Pak Presiden, terima kasih telah membuat Sekolah Rakyat, sehingga Citra bisa bersekolah lagi di Sekolah Rakyat dan tidak ada yang mem-bully saya di sini,” ujar Citra.

Kisah Citra menunjukkan bahwa kesempatan mendapatkan pendidikan dan lingkungan yang mendukung dapat menjadi titik balik bagi anak untuk membangun kembali kepercayaan diri, mengembangkan bakat, dan meraih prestasi.

Catatan: Informasi ini dikutip dari website resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Sabtu (15/8/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap