Rano Karno Buka Forum Transformasi Digital Jakarta

oleh
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat membuka JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026). Forum tersebut membahas transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan AI dan Big Data, serta inovasi pelayanan publik.(Sumber: jakarta.go.id)
33.1K pembaca

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka JAKI & Fellowship Cities Forum (JFCF) 2026 di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Forum yang berlangsung secara hibrida pada 19–20 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah bagi pemerintah, akademisi, industri, komunitas, serta mitra nasional dan internasional untuk berbagi pengalaman dalam transformasi digital pemerintahan dan inovasi pelayanan publik.

Rano Karno mengatakan, forum tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi keberhasilan Jakarta, tetapi juga menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman dengan daerah dan negara lain.

“Forum ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman. Bukan berarti kita paling hebat, tetapi pengalaman yang sudah dilakukan di Jakarta dapat dibagikan kepada daerah lain agar transformasi digital dapat memberikan pelayanan publik yang lebih maksimal.”

Menurut Rano, perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan mahadata (Big Data) dapat menjadi instrumen penting dalam menghadapi berbagai persoalan perkotaan.

Teknologi tersebut dapat membantu pemerintah memahami kebutuhan masyarakat, menentukan prioritas kebijakan, hingga meningkatkan ketepatan sasaran layanan pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial.

Rano menyebut Jakarta saat ini berada di peringkat ke-71 dari 158 kota dalam Global City Index. Posisi tersebut menjadi salah satu pijakan bagi Jakarta untuk meningkatkan daya saing dan mengejar target masuk 50 besar kota global pada 2030.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat mencapai 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Namun, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam pemerataan kesejahteraan yang tercermin dari rasio Gini sebesar 0,435.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memandang teknologi dapat menjadi salah satu game changer dalam mengatasi berbagai tantangan perkotaan, termasuk pemanfaatan AI dan Big Data,” ujar Rano.

Teknologi Perkuat Tata Kelola Jakarta

Pemprov DKI Jakarta telah memanfaatkan teknologi dalam sejumlah sektor pelayanan dan tata kelola pemerintahan.

Beberapa di antaranya adalah Intelligent Traffic Control System untuk mengelola lalu lintas secara real-time, Jakarta Satu yang mengintegrasikan data geospasial dengan prinsip satu peta, satu data, dan satu kebijakan, serta JAKI sebagai superapp layanan publik.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta Marulina Dewi mengatakan, JFCF 2026 mengangkat tema “Sharing Best Practice in Digital Transformation and Public Innovation”.

Forum tersebut menghadirkan 14 sesi yang terdiri atas lima forum luring dan sembilan forum daring.

Menurut Marulina, berbagai sesi tersebut membahas pengalaman dan praktik baik dari sejumlah daerah dan negara, terutama terkait transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan AI dan Big Data, serta inovasi pelayanan publik.

“Forum ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dari berbagai negara dan daerah, khususnya dalam transformasi digital pemerintahan, pemanfaatan AI dan Big Data, serta inovasi pelayanan publik,” kata Marulina.

Pemerintahan Digital Harus Berorientasi pada Warga

Asisten Deputi Keterpaduan Layanan Digital Nasional Kementerian PANRB Adi Nugroho menilai transformasi digital pemerintahan harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya penerapan prinsip human-centric design, yakni pengembangan layanan yang menempatkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat sebagai perhatian utama.

“Pengembangan layanan digital pemerintah ke depan harus mengedepankan human-centric design, yaitu fokus pada kebutuhan masyarakat,” ujar Adi.

Selain itu, pemerintah perlu memperkuat interoperabilitas agar berbagai aplikasi dan sistem pemerintahan dapat saling terhubung.

Dengan sistem yang terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh layanan publik secara lebih mudah, cepat, terpadu, dan efektif.

JFCF 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan mengenai pemerintahan digital. Jakarta mendorong pemanfaatan teknologi bukan sekadar untuk digitalisasi layanan, tetapi sebagai instrumen untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

Catatan: Informasi ini dikutip dari portal resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (19/8/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap