,

Badiklat Kejaksaan RI Gandeng Universitas Brawijaya Siapkan Beasiswa Doktor Ilmu Hukum bagi Pegawai

oleh
Kepala Badiklat Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto saat penandatanganan nota kesepahaman program pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan RI di Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2026).
21.7K pembaca

Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Kejaksaan RI terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Badiklat Kejaksaan RI Gandeng Universitas Brawijaya Siapkan Beasiswa Doktor Ilmu Hukum bagi Pegawai melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

Kali ini, Badiklat Kejaksaan RI menggandeng Universitas Brawijaya dalam penyelenggaraan program beasiswa pendidikan Program Studi Doktor Ilmu Hukum bagi pegawai Kejaksaan RI di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI, Dr. Harli Siregar, S.H., M.Hum., bersama Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.H., di Ruang VIP Gedung Wicaksana Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Senin (24/8/2026).

Penandatanganan tersebut turut disaksikan jajaran Universitas Brawijaya, yakni Wakil Dekan I Milda Istiqomah, S.H., MTCP, Ph.D., Wakil Dekan II Dr. Muktiono, S.H., M.Phil., Ketua Departemen Dr. Reka Dewantara, S.H., M.H., KPS S3 Malang Dr. Adi Kusumaningrum, S.H., M.H., KPS S3 Jakarta Dr. Hanif Nur Widhiyanti, S.H., M.H., serta Kepala Tata Usaha Dyah Anggraeni, S.E.

Dari jajaran Badiklat Kejaksaan RI hadir Sekretaris Badiklat Dr. Yulianto, Kepala Pusat Manajemen dan Kepemimpinan Dr. Teuku Rachman, Kabid Penyelenggara DTF Muhammad Anshar Wahyuddin, S.H., M.H., Kabag Keuangan Raden Wisnu Bagus Wicaksono, S.H., M.Hum., Kabid Penyelenggara Mapim Zulfikar Nasution, S.H., M.H., dan Kasubbag Penjamin Mutu Muhammad Afif Periwiratama P., S.H., M.H.

Dalam sambutannya, Kabadiklat Kejaksaan RI Dr. Harli Siregar menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Universitas Brawijaya merupakan langkah strategis dalam membangun dan meningkatkan kualitas SDM Kejaksaan RI.

“Selamat datang di kawah candradimuka Badiklat Kejaksaan Republik Indoensia” ujar Harli saat menyambut tamunya dari Universitas Brawijaya.

Ia menegaskan, program pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan bukan sekadar peningkatan jenjang akademik, tetapi merupakan investasi institusional untuk masa depan Kejaksaan RI.

“Ini merupakan investasi yang sangat berharga untuk masa depan. Teknologi terus berkembang, sehingga kita membutuhkan sumber daya manusia yang semakin mumpuni dalam menghadapi perkembangan zaman,” kata Harli.

Menurut dia, era modern menuntut institusi penegak hukum memiliki SDM yang tidak hanya kuat dari sisi kemampuan teknis, tetapi juga memiliki kapasitas akademik dan wawasan yang luas.

Karena itu, program pendidikan S3 diharapkan mampu melahirkan para doktor dari lingkungan Adhyaksa yang nantinya dapat memberikan kontribusi pemikiran bagi pengembangan organisasi.

“Kita ingin secara institusional menelurkan para doktor. Ini merupakan kebutuhan organisasi untuk memperkuat Adhyaksa yang semakin mapan dan mampu menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Harli juga mengapresiasi Universitas Brawijaya yang selama ini telah membangun sinergi dengan Kejaksaan. Ia berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada program pendidikan doktor, tetapi berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas.

“Kolaborasi ini harus menjadi rumah besar bersama. Kehadiran Bapak dan Ibu di Badiklat diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperkaya wawasan kami,” tuturnya.

Ia menambahkan, Badiklat Kejaksaan RI terus melakukan reformasi dan pembenahan agar mampu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan yang modern.

“Badiklat tanpa kampus tentu kurang menarik. Karena itu, sinergitas seperti ini menjadi bagian penting untuk membangun Adhyaksa muda menjadi SDM yang lebih berkualitas,” ujarnya.

*Universitas Brawijaya Sambut Baik Kerja Sama*

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Dr. Aan Eko Widiarto menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang kembali diperkuat antara Universitas Brawijaya dan Kejaksaan RI.

Menurut Aan, hubungan kerja sama antara kedua institusi tersebut sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Bahkan, telah banyak jaksa yang mengikuti pendidikan program doktor di Universitas Brawijaya.

“Kami sangat berterima kasih atas kerja sama ini. Kerja sama dengan Kejaksaan sudah berjalan cukup lama dan banyak sekali para jaksa yang mengikuti program S3 di Universitas Brawijaya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Universitas Brawijaya terus mengembangkan kualitas pendidikan, termasuk melalui penguatan standar akademik dan internasionalisasi kampus.
Aan berharap program beasiswa pendidikan doktor bagi pegawai Kejaksaan RI dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Para jaksa dan pegawai Kejaksaan yang mengikuti pendidikan S3 diharapkan mampu mengembangkan kapasitas akademik sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi institusi.

“Dengan adanya nota kesepahaman ini, kami berharap kerja sama dapat terus berjalan dan semakin langgeng, penuh keberkahan serta membawa manfaat bagi kedua institusi,” pungkasnya. (Simon)

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap