Pendidikan Kader Tingkat Madya (PKTM) DPD Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Sumatera Utara 2026 memasuki hari kedua pada Sabtu (29/8/2026). Salah satu agenda utama adalah sesi kerohanian dan kepemimpinan yang membahas tema “Spiritualitas, Servant Leadership, dan Regenerasi Kepemimpinan Kristen”.
Sesi yang berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB di Gedung Aula BPSDM Provinsi Sumatera Utara, Jalan Ngalengko Nomor 1, Medan, tersebut menghadirkan Gabriel Henry Willy Choandy sebagai moderator.
Dialog menghadirkan sejumlah tokoh gereja dan akademisi, yakni Bishop Antoni Manurung, M.Th., Bishop Gereja Methodist Indonesia Wilayah 1 Medan; Pdt. Dr. Adolfina E. Koamesakh, Ketua STT Paulus Medan; Pdt. Boy Levi Panjaitan, Pendeta Gereja HKI Medan Kota; serta Pdt. Ir. Allen Pangaribuan, Ketua STT Ekumene Medan.
Dalam dialog tersebut, Gabriel menekankan bahwa kepemimpinan tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan atau kewenangan. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu menjalankan amanah, melayani, menjaga integritas, serta mempersiapkan generasi berikutnya.
“Kepemimpinan bukan sekadar tentang berada di depan. Kepemimpinan adalah kesediaan untuk melayani, memikul tanggung jawab, menjaga integritas, memberi teladan, dan mempersiapkan generasi berikutnya,” ujar Gabriel.
Ia menilai prinsip tersebut penting dalam proses kaderisasi pemuda Kristen, terutama menghadapi tantangan sosial dan pemerintahan yang semakin kompleks.
Menurut Gabriel, pemimpin juga perlu memiliki kemampuan mendengar, membangun kolaborasi, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta konsisten menjaga integritas.
Kepemimpinan dan Akuntabilitas
Gabriel memiliki latar belakang profesional di bidang akuntansi pemerintahan dan pengawasan sektor publik. Ia merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Inspektorat Provinsi Sumatera Utara dan memiliki kompetensi di bidang akuntansi pemerintahan.
Ia juga menempuh pendidikan magister ilmu akuntansi pemerintahan dan audit sektor publik melalui beasiswa tugas belajar Program STAR Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang didanai Asian Development Bank (ADB).
Pengalaman tersebut turut membentuk pandangannya mengenai pentingnya integritas, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan.
“Akuntabilitas mengajarkan kita untuk mempertanggungjawabkan setiap amanah. Sementara pelayanan mengajarkan kita bagaimana menggunakan amanah itu untuk kepentingan orang lain,” kata Gabriel.
Di luar tugas kedinasan, Gabriel aktif dalam organisasi kepemudaan Kristen dan pelayanan gerejawi. Ia dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Kerohanian DPD GAMKI Sumatera Utara masa bakti 2025–2028.
Ia juga tercatat sebagai Wakil Bendahara Bidang Perkebunan DPD KNPI Sumatera Utara masa bakti 2025–2028 serta Andalan Bidang Pengelolaan Aset dan Usaha Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sumatera Utara masa bakti 2025–2030.
Dalam pelayanan gerejawi, Gabriel melayani sebagai diaken di GBI Rumah Persembahan dan GBI HDTI Medan yang merupakan bagian dari keluarga besar GBI Medan Plaza.
Latar belakang tersebut menjadi salah satu konteks penunjukan Gabriel sebagai moderator dalam sesi yang mempertemukan perspektif gereja, pendidikan Kristen, kepemudaan, dan profesionalisme.
Perkuat Kader Pemuda Kristen
PKTM GAMKI Sumut 2026 mengusung tema “Pulihkan Bangsa Kami” yang diambil dari Mazmur 80, dengan subtema “Mewujudkan Kepemimpinan Pemuda Kristen yang Transformatif dan Inovatif”.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat karakter, integritas, wawasan kebangsaan, spiritualitas, serta kemampuan kepemimpinan para kader.
Melalui PKTM, GAMKI Sumatera Utara diharapkan mampu melahirkan kader muda yang tidak hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga mampu menerapkan nilai integritas dan pelayanan di lingkungan gereja, organisasi, masyarakat, maupun ruang publik.










