DPR Minta BNN Jatim Perkuat Pengawasan Vape di Sekolah

oleh
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi saat mengikuti pertemuan dengan jajaran Polda Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan BNNP Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Surabaya.
7.2K pembaca

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi meminta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur memastikan kebijakan pembatasan dan pengawasan rokok elektrik atau vape di lingkungan sekolah berjalan efektif.

Langkah tersebut dinilai perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda.

Habib mengapresiasi langkah BNNP Jawa Timur yang menggandeng sejumlah pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan. Salah satunya melalui surat edaran bersama terkait pembatasan dan pengawasan vape di lingkungan sekolah.

Minta Efektivitas Kebijakan Diukur

Habib menilai kebijakan tersebut perlu disertai indikator yang jelas agar dampaknya dapat diketahui secara nyata di lapangan.

Ia meminta BNNP Jawa Timur menjelaskan mekanisme evaluasi terhadap kebijakan pembatasan vape, termasuk efektivitasnya dalam jangka panjang.

“Bagaimana pula BNNP Jatim dapat mengukur efektivitas jangka panjang dari terobosan kurikulum antinarkoba di sekolah, serta SE pembatasan vape, agar dampaknya terukur secara nyata di lapangan,” ujar Habib.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Komisi III DPR RI dengan Polda Jawa Timur, Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, dan BNNP Jawa Timur di Mapolda Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/9/2026).

Dorong Pendekatan Pendidikan dan Keagamaan

Selain pengawasan vape, Habib mendorong pencegahan narkoba melalui pendidikan. Ia mengapresiasi integrasi kurikulum antinarkoba di satuan pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA.

Menurutnya, upaya pencegahan juga perlu melibatkan tokoh agama dan masyarakat. Pendekatan tersebut, kata dia, dapat diperkuat dalam sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, termasuk di wilayah Madura.

“Selanjutnya untuk pencegahan (penyalahgunaan narkoba di) pondok pesantren Madura, pembatasan serta pengawasan rokok elektrik vape di lingkungan sekolah melalui surat edaran bersama ini juga bagus,” katanya.

Habib juga menyinggung Fatwa MUI Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2026 yang berkaitan dengan penyalahgunaan vape untuk narkotika sebagai salah satu instrumen yang disebutnya dapat mendukung upaya pencegahan.

Soroti Penyelundupan Narkotika

Dalam pertemuan tersebut, Habib juga meminta BNNP Jawa Timur memperkuat langkah menghadapi modus penyelundupan narkotika dalam skala besar.

Ia mencontohkan pengungkapan 3,37 ton kuncup bunga ganja yang menggunakan kontainer dari Thailand. Menurutnya, koordinasi dengan Bea Cukai perlu diperkuat, terutama dalam sistem deteksi dini dan pengelolaan barang bukti.

Habib berharap berbagai program pencegahan yang dijalankan BNNP Jawa Timur tidak berhenti pada pelaksanaan, tetapi juga dievaluasi secara berkala. Evaluasi tersebut diperlukan untuk melihat efektivitas program dan dampaknya terhadap upaya menekan penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

(Sumber: dpr.go.id)

Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia DPR-RI, Senin (21/9/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap