Perpusnas Hidupkan Ingatan Kolektif Bangsa Lewat Naskah Kuno

oleh
Perpusnas mengembangkan pelestarian naskah kuno Nusantara melalui digitalisasi, alih aksara, alih bahasa, serta pengembangan bahan bacaan bagi masyarakat.
5.9K pembaca

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperkuat pelestarian naskah kuno Nusantara dengan tidak hanya menjaga fisik koleksi, tetapi juga mengolah pengetahuan di dalamnya agar dapat diakses dan dimanfaatkan generasi masa kini.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan “Merawat Ingatan Kolektif Bangsa” yang berlangsung pada 23–24 September 2026 di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 11, Jakarta Pusat.

Kegiatan tersebut mencakup tiga agenda utama, yakni mengalihwahanakan naskah kuno menjadi bahan bacaan yang lebih mudah diakses masyarakat, memperkuat Program Ingatan Kolektif Nasional (IKON) serta keterkaitannya dengan Memory of the World (MoW) UNESCO, dan memberikan penghargaan kepada individu maupun lembaga yang berkontribusi dalam pelestarian naskah kuno.

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengatakan, pelestarian naskah tidak cukup dilakukan dengan menjaga kondisi fisiknya. Pengetahuan yang terkandung di dalam naskah juga perlu dihidupkan kembali agar tetap relevan.

“Pelestarian tidak boleh berhenti pada pelestarian semata, tetapi harus berujung pada pemanfaatan naskah-naskah tersebut. Dengan demikian, masyarakat dapat membacanya, meningkatkan pengetahuan, serta merefleksikan perjalanan masa lalu sebagai bekal untuk perjalanan ke depan,” ujar Aminudin.

Selama ini, Perpusnas melakukan inventarisasi, konservasi, preservasi, hingga digitalisasi naskah kuno. Tahapan tersebut kemudian dilanjutkan dengan alih aksara dari aksara asli ke aksara Latin serta alih bahasa ke bahasa Indonesia.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Perpusnas mengembangkan fungsi sebagai perpustakaan riset yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga membuka akses terhadap pengetahuan yang terkandung di dalamnya.

261 Naskah Terdaftar di Khastara

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyebut hingga September 2026 sebanyak 261 naskah telah didaftarkan melalui Khasanah Pustaka Nusantara (Khastara).

Pendaftaran tersebut melibatkan 152 lembaga yang memiliki atau mengelola naskah kuno Nusantara.

Sementara itu, melalui program IKON, sepanjang 2020–2025 terdapat 20 naskah yang telah terdaftar. Pada 2026, sebanyak 14 naskah telah diajukan dan diterima untuk diproses. Sebanyak 11 naskah di antaranya akan diikutsertakan dalam kegiatan pada 24 September 2026.

Perpusnas juga menyiapkan nominasi untuk Memory of the World Regional Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP). Untuk periode 2026–2027 disiapkan dua nominasi, sedangkan dua nominasi lainnya direncanakan diajukan pada 2027.

Naskah Kuno Diolah Menjadi Bacaan Anak

Perpusnas juga memperluas pemanfaatan naskah kuno dengan mengubah kandungannya menjadi bahan bacaan yang lebih dekat dengan masyarakat, termasuk anak-anak.

Sebanyak 25 komik dan buku anak seri Babad Diponegoro dalam bahasa Inggris akan diterbitkan. Selain itu, Perpusnas menyiapkan 50 komik dan buku anak yang bersumber dari naskah IKON dan MoW.

Bahan bacaan tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 23 September 2026 di kawasan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Perpusnas juga mengembangkan layanan diseminasi dan promosi naskah kuno di Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas. Layanan tersebut meliputi peminjaman dan layanan naskah kuno, pemanfaatan ruang, serta penyelenggaraan pameran.

Masyarakat pemilik naskah kuno juga mendapat ruang untuk berkolaborasi melalui bantuan teknis dalam perawatan dan pelestarian koleksi.

Aminudin mengatakan, masyarakat yang aktif merawat dan memanfaatkan naskah kuno memiliki peran penting dalam menjaga warisan pengetahuan Nusantara.

“Mereka bukan hanya merawat naskah, tetapi juga merawat peradaban,” tuturnya.

Melalui program “Merawat Ingatan Kolektif Bangsa”, Perpusnas mendorong agar naskah kuno tidak sekadar menjadi koleksi yang tersimpan, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan yang dapat dibaca, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh generasi sekarang maupun mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap