173 Gempa Susulan Guncang Sumba, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

oleh
Ilustrasi gempa bumi di Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur. Aktivitas gempa susulan masih dipantau BMKG setelah gempa utama M6,1 mengguncang wilayah tersebut.
4K pembaca

Aktivitas kegempaan masih terjadi di wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang kawasan tersebut pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Lebih dari 170 gempa susulan dilaporkan mengguncang wilayah Sumba Barat Daya setelah gempa utama. Kondisi tersebut membuat masyarakat tetap diminta waspada, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa utama tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa utama terjadi pada Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 05.55.52 WIB atau 06.55 WITA. Berdasarkan informasi BMKG, episenter gempa berada di laut sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan kedalaman sekitar 30 kilometer setelah parameter diperbarui.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Aktivitas gempa susulan masih terpantau setelah gempa utama mengguncang Sumba Barat Daya.

Laporan mengenai aktivitas kegempaan mencatat sebanyak 173 gempa susulan terjadi di wilayah tersebut. BMKG sebelumnya juga mencatat puluhan aktivitas gempa susulan dalam beberapa jam setelah gempa utama.

Data BMKG menunjukkan aktivitas gempa masih berlangsung hingga Senin, 5 Oktober 2026. Salah satu gempa yang dirasakan terjadi pada pukul 06.19.11 WIB dengan magnitudo 3,9. Episenternya berada sekitar 6 kilometer sebelah selatan Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 14 kilometer. Guncangan tersebut dirasakan hingga Tambolaka.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Gempa Utama Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG memastikan gempa utama yang mengguncang Sumba Barat Daya tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hasil pemodelan tsunami menunjukkan tidak adanya potensi tsunami akibat gempa tersebut. BMKG juga menjelaskan bahwa gempa merupakan gempa dangkal yang diduga berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.

Berdasarkan analisis BMKG, mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan turun atau normal fault dan diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat tetap diminta tidak panik dan mengikuti informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait.

Guncangan Terasa Kuat di Sejumlah Wilayah

Gempa utama dirasakan cukup kuat di Kabupaten Sumba Barat Daya dan Sumba Barat. Masyarakat di sejumlah wilayah sempat keluar dari rumah ketika merasakan guncangan.

BMKG mencatat intensitas hingga VI MMI di sejumlah wilayah di Sumba Barat Daya, termasuk Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Guncangan juga dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul hingga wilayah lainnya.

Wilayah pesisir bagian barat Pulau Sumba juga merasakan guncangan cukup kuat.

Puluhan Bangunan Mengalami Kerusakan

Gempa tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga menyebabkan kerusakan bangunan.

BNPB melaporkan sedikitnya 20 rumah di Kabupaten Sumba Barat Daya mengalami kerusakan. Sebanyak 19 rumah dilaporkan rusak ringan dan satu rumah mengalami kerusakan sedang.

Kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Desa Waikadada, Weerena, Bondo Kodi, dan Homba Karipit.

Selain rumah warga, tiga fasilitas ibadah, satu fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas umum juga mengalami kerusakan. Di Kabupaten Sumba Barat, terdapat tiga rumah atau asrama Koramil yang mengalami kerusakan ringan dan dua bangunan KDKMP mengalami kerusakan pada bagian plafon serta tembok.

Satu warga juga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Korban telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani rawat jalan. Tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka berat dalam laporan tersebut.

Warga Diminta Waspadai Bangunan Retak

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Warga yang rumah atau bangunannya mengalami keretakan akibat gempa diminta tidak langsung memasuki bangunan sebelum dinyatakan aman. Hal tersebut penting untuk menghindari risiko bangunan runtuh akibat guncangan susulan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan melalui kanal resmi BMKG, BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah.

Aktivitas Penerbangan Tetap Berjalan

Di tengah aktivitas gempa susulan, aktivitas penerbangan dari dan menuju Bandara Lede Kalumbang di Sumba Barat Daya dilaporkan tetap berlangsung normal.

Pemantauan terhadap kondisi wilayah terdampak terus dilakukan oleh pemerintah daerah dan unsur terkait untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Posko awal penanganan bencana juga telah didirikan di Lapangan Makodim 1629/Sumba Barat Daya. Personel gabungan disiagakan untuk mendukung pemantauan dan penanganan apabila kondisi di lapangan membutuhkan tindakan lebih lanjut.

BMKG Terus Memantau Gempa Susulan

BMKG menyatakan pemantauan terhadap aktivitas gempa susulan masih terus dilakukan.

Masyarakat di wilayah Sumba Barat Daya dan sekitarnya diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang rusak atau retak, serta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Informasi mengenai perkembangan gempa dan potensi tsunami sebaiknya diperoleh langsung dari kanal resmi BMKG.

Sumber berita:

BMKG: Informasi resmi gempa Sumba Barat Daya dan hasil pemodelan tsunami

BMKG: Data gempa M6,1 Sumba Barat Daya

BNPB/berita: Laporan kerusakan akibat gempa Sumba Barat Daya

ANTARA: BMKG: Gempa magnitudo 6,1 di Sumba Barat Daya tidak berpotensi tsunami

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap