Klinik Pertamina IHC Dorong Layanan Hospital at Home, Perawatan Pasien hingga ke Rumah

oleh
Logo Klinik Pertamina IHC, jaringan layanan kesehatan di bawah PT Pertamina Bina Medika IHC yang mengembangkan layanan kesehatan terintegrasi, termasuk home care dan rencana pengembangan hospital at home.
2.3K pembaca

Klinik Pertamina IHC mendorong pengembangan layanan hospital at home atau perawatan pasien di rumah sebagai salah satu alternatif pelayanan kesehatan. Model ini memungkinkan pasien tertentu mendapatkan perawatan dan pemantauan medis di rumah dengan dukungan tenaga kesehatan serta teknologi digital.

Direktur Klinik Pertamina IHC, Devi Desianti Pritasari, menilai konsep tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi pelayanan, mengoptimalkan waktu perawatan, dan mengurangi risiko infeksi yang dapat terjadi selama pasien menjalani rawat inap di rumah sakit.

“Hospital at home itu bukan suatu keniscayaan, bahkan sudah ada di Singapura dan sukses,” ujar Devi dalam diskusi di Indonesia Convention Center (ICE) BSD City, 8 Oktober 2025.

Menurutnya, penerapan model perawatan tersebut di Indonesia membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan kesehatan, dan pihak swasta. Dukungan regulasi serta sistem pembiayaan juga diperlukan agar layanan dapat dikembangkan secara terintegrasi.

Diskusi tersebut berlangsung dalam acara Introducing New Books bertajuk Transformasi Pelayanan dan Akselerasi Kinerja Menuju Ekosistem Kesehatan Unggul. Acara itu sekaligus meluncurkan dua buku karya PT Inspiry Indonesia Konsultan, yakni Hospital at Home dan AKSI, yang ditulis oleh Asrul Sani Gunawan dan dr. Gatot Sugiharto.

Klinik Pertamina IHC Miliki 53 Klinik

Pada Juli 2026, Klinik Pertamina IHC menandai enam tahun perjalanannya dalam menyediakan layanan kesehatan. Jaringan klinik di bawah PT Pertamina Bina Medika IHC tersebut berawal dari wilayah Jabodetabek pada 2020 dan kini memiliki 53 klinik di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut data yang disampaikan perusahaan, jaringan tersebut menyediakan lebih dari 39 jenis layanan kesehatan. Layanannya meliputi pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, dokter spesialis, medical check-up, laboratorium, farmasi, kesehatan kerja, fisioterapi, layanan psikologi, telekonsultasi, home care, hingga vaksinasi internasional.

Klinik Pertamina IHC juga menyebut telah melayani 1,5 juta pelanggan sejak 2020. Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan dan mengembangkan model perawatan yang lebih terintegrasi.

“Setiap kunjungan adalah amanah. Di balik setiap nomor antrean ada seseorang yang ingin kembali sehat, bekerja, dan pulang kepada keluarga dengan tenang,” kata Devi dalam keterangan tertulis, Kamis (16/7/2026).

Saat ini, layanan home care Klinik Pertamina IHC mencakup kunjungan dokter umum, fisioterapi, serta pemberian vitamin dan imunisasi di rumah pasien. Layanan tersebut dinilai dapat menjadi fondasi untuk pengembangan hospital at home dengan cakupan perawatan yang lebih kompleks.

“Kita mengelola ini dan terbuka melayani umum, BPJS, BUMN, semua kita bisa melayani,” ujar Devi.

Ia berharap kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan sekaligus meningkatkan nilai pelayanan bagi pasien.

Integrasi dengan JKN Membutuhkan Kolaborasi

Pengembangan hospital at home juga memunculkan pembahasan mengenai integrasinya dengan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.

Devi berpandangan bahwa model ini seharusnya dikembangkan melalui kolaborasi, bukan diposisikan sebagai pesaing layanan kesehatan yang telah berjalan. Menurutnya, pendekatan tersebut berpotensi membantu menjangkau masyarakat di wilayah yang akses terhadap fasilitas kesehatan masih terbatas.

“Ini semestinya menjadi kolaborasi, dan bisa mengentaskan permasalahan daerah terpencil,” katanya.

Meski demikian, penerapan hospital at home secara luas memerlukan kesiapan sistem pembiayaan, regulasi, standar keselamatan pasien, serta pembagian tanggung jawab antara fasilitas kesehatan dan tenaga medis.

Aspek lain yang perlu diperhatikan mencakup mekanisme pembayaran layanan, standar kompetensi tenaga kesehatan, pengelolaan peralatan medis, dan prosedur persetujuan tindakan medis. Kepastian mengenai hal-hal tersebut penting agar pelayanan di rumah tetap memenuhi standar mutu dan keselamatan pasien.

Devi menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Tantangannya kolaborasi dan inovasi. Tapi kan sudah ada nih, kita tinggal ATM—amati, tiru, modifikasi,” ujarnya.

Teknologi Mendukung Perawatan Pasien di Rumah

Teknologi digital menjadi salah satu komponen penting dalam penerapan hospital at home. Pemantauan kondisi pasien dari jarak jauh, telemedisin, serta rekam medis elektronik yang terintegrasi dapat membantu tenaga kesehatan mengawasi perkembangan pasien tanpa mengharuskan seluruh proses perawatan berlangsung di rumah sakit.

Dalam konteks Indonesia, integrasi data melalui platform SATUSEHAT yang dikembangkan Kementerian Kesehatan menjadi salah satu aspek yang relevan untuk mendukung kesinambungan pelayanan kesehatan.

Namun, pemanfaatan teknologi perlu disesuaikan dengan kebutuhan klinis setiap pasien. Tidak semua kondisi kesehatan dapat ditangani melalui perawatan di rumah.

Penentuan pasien yang sesuai harus mempertimbangkan kondisi medis, kebutuhan pemantauan, ketersediaan tenaga kesehatan, dukungan keluarga atau pendamping, serta kelayakan lingkungan rumah. Sistem rujukan dan prosedur penanganan keadaan darurat juga perlu disiapkan.

Dengan pertimbangan tersebut, hospital at home dapat menjadi alternatif bagi pasien tertentu apabila tersedia tenaga medis, fasilitas, dan sistem pengawasan yang memadai.

Memperluas Akses Tanpa Mengabaikan Keselamatan

Pengembangan hospital at home membuka peluang bagi penyedia layanan kesehatan untuk menghadirkan perawatan yang lebih dekat dengan pasien. Model ini juga dapat memberikan pilihan pelayanan bagi pasien yang memenuhi kriteria medis dan memungkinkan menjalani perawatan di rumah.

Bagi Klinik Pertamina IHC, pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan setelah membangun jaringan klinik di berbagai wilayah Indonesia.

Ke depan, keberhasilan penerapannya akan bergantung pada kesiapan regulasi, pembiayaan, teknologi, sumber daya manusia, dan kerja sama antarfasilitas kesehatan.

Dengan dukungan berbagai pihak, perawatan di rumah berpotensi melengkapi pelayanan rumah sakit dan klinik. Meski begitu, keselamatan pasien dan kesesuaian kebutuhan medis tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan bentuk perawatan yang diberikan.

Tentang Klinik Pertamina IHC

Klinik Pertamina IHC merupakan jaringan layanan kesehatan di bawah PT Pertamina Bina Medika IHC. Perusahaan menyediakan berbagai layanan, antara lain pemeriksaan dokter umum dan dokter gigi, dokter spesialis, medical check-up, laboratorium, farmasi, kesehatan kerja, fisioterapi, psikologi, telekonsultasi, home care, vaksinasi internasional, serta layanan kesehatan untuk perusahaan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap