Jakarta, sketsindonews – Sejak tahun 2015 rencana rehabilitasi Pasar Serdang Baru Kemayoran oleh Pemprov DKI Jakarta cq. PD Pasar Jaya urung di laksanakan hingga kini. Pasar Serdang kini terkondisi rusak parah tak layak dinamakam sebuah pasar tradisonal moderen yang sehat bagi warga Kemayoran.
Pantauan sektsindonews.com kondisi Pasar Serdang selain bau sampah kerap menyengat hidung dari sumber LPS tak pernah tepat waktu dalam pengambilan sampah menambah wajah kumuh, selain saat hujan menimbulkan genangan pendestrian dalam pasar.
Bukan hanya keluhan dari sejumlah pedagang, namun pengunjung pasar terus menanyakan pasar tersebut untuk segera diperbaiki secara layak dan modern menjadi pasar kebanggaan warga.Kemayoran, ujar Muhidin (32) pemilik kios yang sudah menempati selama 20 tahun beragang.(14/12)
“Udah gak layak mas pasar ini, ungkapnya. Entah kenapa gak jadi terus di lakukan rehabilitasi sejak 2015 sampai sekarang. Alasannya sulit buar mencari realokasi. Itu alasan yang tak logik saja mas’, katanya
“Pasar Serdang jorok banget”. Baunya nggak ketulungan kalo lewat situ. Anehnya banyak pedagang yang jualan di sebelah tempat sampah,” tambah Lia (34), warga setempat, Kamis (13/12).
Ketua Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD), Victor Irianto Napitupulu mengaku heran kondisi pasar yang makin semrawut dan hancur namun dibiarkan saja telah berlama tak dinrehabilitasi.
Sejauh ini namanya pasar sudah tidak layak lagi.selain di situ juga ada LPS yang kadang menggunung dengan pemandangan ada pedagang berualan, kata Victor.
“Saya ingim Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan on the spot untuk mengecek langsung kondisi Pasar Serdang sehingga pak Gubetnur punya putusan tegas terkait anggaran rehabilitssi pasar terus tertunda”, tegasnya.
“Miris kali melihat kondisi Pasar Serdang yang berdiri sejak puluhan tahun lalu tidak pernah direhab,”
Menurut Victor yang kerap di sapa VIN, aroma busuk yang menyeruak dari LPS juga mengganggu warga yang datang ke Kantor Kecamatan Kemayoran dan RSUD Kemayoran, yang lokasinya bersebelahan dengan pasar.
“Ini DKI Jakarta loh. Ternyata masih ada pasar yang memprihatinkan. Ironis bikin malu Pemprov DKI saja. Sudah kotor, bau lagi,” ucap Victor
reporter : nanorame








