Jakarta, sketsindonews – Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara beberapa waktu yang lalu mengecek fungsi pompanisasi penyedot banjir di sejumlah titik wilayah.
Kami tinjau langsung karena ini krusial jika kondisi hujan yang ektrem serta merta tak fungsi akan menghambat percepatan sejumlah titik genangan, ujar Bayu saat meninjau pompa Jalan Kartini, Sawah Besar Jakarta Pusat.(25/1)
Dirinya ingin memastikan pompa – pompa itu berfungsi selain kesiapan operator yang ada dalam menjalankan tugas di lapangan dengan siap siaga secara on times.
Dalam pengecekan Bayu yang di dampingi Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Dicky Suherlan merasa puas karena pompa – pompa yang ada sepertinya bisa beroperasional nantinya dengan baik untuk antisipasi curah hujan tinggi.
Dia juga menegaskan
petugas piket pompa harus sigap, bukan hanya menjaga pompa saja, namun harus melihat kondisi permukaan air dan tingginya intensitas hujan untuk terus melaporkan berkembangan terkini.
Begitupun para Lurah yang memiliki pompa di wilayahnya supaya selalu mengecek dan berkoordinasi dengan petugas pompa untuk terus berkordinasi.
Secara bersamaan Kasudin SDA Jakarta Pusat, Dicky Suherlan mengatakan, sebanyak 57 pompa stasioner dan 24 pompa mobile dalam keadaan prima dan siap dioperasionalkan jika intensitas hujan meningkat.
“Secara fisik dan fungsinya pompa, pihak SDA selaku siaga dan antisipasi terhadap adanya genangan dan banjir di wilayah Jakarta Pusat”.
Kisi – kisi saluran air Penghubung (PHB) sudah di perbaiki dan di kuras menuju saluran sehingga debet pompa bisa maksimal dalam melakukan penyedotan air, selain pula petugas secara bergantian sudah “It’s Ok” dan siaga,”ucapnya saat didampingi Kepala Seksi (Kasie) perawatan dan Pemeliharaan SDA, Boris Karlop Lumbangaol.
reporter : inong






