Jakarta, sketsindonews – Keluarga serta kerabat terdakwa demo dihalaman Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Mereka datang ke pengadilan untuk menyaksikan sidang lanjutan mendengarkan keterangan saksi-saksi pada Hari Rabu, 28 Desember 2016. Namun, pihak keluarga dan kerabat terdakwa merasa kecewa saat jadwal sidang selalu ditunda.
Baca juga: Di Duga, Polisis Salah Tangkap Dalam Kasus Pembunuhan Sumini
Pendukung terdakwa Zaelani, dalam orasinya di halaman PN Jaktim mengatakan terdakwa difitnah. Lebih jauh, salah seorang yang mengenakan pakaian Gerakan Pemuda Anshor mengatakan dari awal penangkapan tidak sesuai dan penuntut umum berlaku tidak fair.
“Yang jelas curangnya sudah nampak ini sudah tiga kali (tunda sidang tanpa pemberitahuan) Saya kira pengadilan. Dari keterangan saksi-saksi sebelumnya tidak memberatkan Ustadz Zaelani, kami dari NU tidak urakan, GP Anshor bergerak semua yang jelas tidak adil,” terang Muhammad Saleh, salah seorang orator.
Baca juga: Saksi Dalam Sidang Pembunuhan Berbohong
Dalam penyampaiannya melalui pengeras suara, menilai proses hukum yang menjerat terdakwa bila diduga ada permainan terkait kasus yang berawal dari penemuan sesosok mayat wanita dijalan Pulo Gebang, Cakung lalu Ustatz Zaelani dijadikan tersangka pembunuh oleh kepolisian, maka negara akan hancur karena tidak percaya terhadap hukum.
Saat aksi demo orator menyebutkan ada upaya makar yang dilakukan oknum penegak hukum.
“Tidak makar bagaimana coba ?,ditangkap tanpa pemberitahuan itulah sudah salah, polisi saja sudah salah. kita ingin dari keluarga membantu hukum dari persidangan. NKRI harga mati jangan tangkap-tangkap saja. siapa yang makar maka Allah akan makar,” ujarnya.
Aksi itu juga disertai dengan do’a bersama mereka berharap agar tidak ada fitnah dalam proses hukum. Dan mereka mengatakan kiranya hakim tersentuh hatinya. (Dw)







