1447 H
رمضان كريم
Marhaban Ya Ramadan
Semoga bulan suci ini membawa keberkahan, kedamaian, dan ampunan bagi kita semua.
✦ Mari sucikan hati, perbanyak ibadah, dan pererat silaturahmi ✦
Hengki Lumban Toruan
HENGKI LUMBAN TORUAN CEO & Founder Sketsa Indonesia

Kisah Wirman, Relawan Tagana yang Selamatkan Empat Warga Saat Galodo Agam

29.5K pembaca

Di tengah kepulan asap Dapur Umum Lapangan Kementerian Sosial RI, Wirman Saputra berdiri tegap. Relawan Tagana yang sudah 16 tahun mengabdi itu menceritakan kembali detik-detik galodo menghantam Kampung Sikumbang, Jorong Subarang Aia, Palembayan, Kabupaten Agam.

Peristiwa itu terjadi Kamis (27/11) sore. Wirman baru tiba di rumah setelah dua hari bertugas menangani banjir di kecamatan lain. Keputusan istrinya yang memintanya makan terlebih dahulu ternyata menyelamatkan nyawanya. Tidak lama setelah itu, suara gemuruh dari arah bukit terdengar seperti pesawat akan mendarat. Getaran tanah langsung menyusul.

“Suaranya kuat sekali, macam pesawat landing,” kata Wirman.

Gambar

Kampung Sikumbang yang hanya berjarak 75 meter dari sungai menjadi salah satu lokasi pertama yang terdampak. Mengandalkan naluri dan pelatihan Tagana, Wirman menahan istrinya untuk tidak keluar rumah dan menunggu gelombang besar pertama lewat. Ketika situasi sedikit mereda, ia langsung bergerak melakukan penyelamatan.

Korban pertama adalah seorang pria yang hampir tenggelam di kolam dekat rumah. Wirman menariknya ke tempat aman, sementara istrinya membersihkan lumpur dari wajah korban hingga bisa bernapas kembali.

Tak lama, seorang nenek berusia sekitar 68 tahun terlihat berdiri gemetaran, tubuhnya hampir seluruhnya tertutup lumpur. Wirman menggendongnya dan membawanya ke rumah untuk dibersihkan dan dihangatkan.

Korban ketiga adalah anak laki-laki berusia 11 tahun yang terjebak di bawah cabang kayu besar. Napasnya lemah dan tubuhnya hampir tenggelam. Dengan cepat, Wirman mengangkat tubuh anak itu dan membawanya ke tempat aman.

Korban keempat ditemukan di pematang sawah, terjebak lumpur terlalu dalam untuk diangkat. Wirman mengambil terpal, merentangkannya, lalu menarik korban perlahan melewati lumpur yang penuh batang kayu.

Dalam waktu kurang dari satu jam, empat nyawa dalam kondisi kritis berhasil ia selamatkan.

Kini Kampung Sikumbang porak-poranda. Akses jalan terputus, bantuan sulit masuk hingga ke titik terdalam desa, dan warga sangat bergantung pada Dapur Umum Lapangan yang terus beroperasi untuk menyalurkan makanan.

“Selama kami bisa nyeberang, kami keluar cari makan untuk warga. Pagi, siang, malam,” ujar Wirman.

Ketika ditanya pesannya untuk sesama anggota Tagana, Wirman menjawab dengan tenang, “Ikhlas nomor satu. Jangan berharap apa-apa. Kepuasan menolong itu yang paling besar.”

Wirman bukan hanya penyintas bencana. Ia adalah wajah keberanian warga Kampung Sikumbang—tetap berdiri tegap di tengah reruntuhan, tanpa air mata, tanpa rasa gentar, hanya tekad untuk terus membantu sesama.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap