Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi bersinergi untuk menciptakan gerakan rakyat yang solid dan berdampak luas. Strategi ini bertujuan untuk menyatukan kekuatan antara pejuang gerakan di wilayah Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi, dengan memanfaatkan geografis yang saling terkunci dan sentralisasi isu. Jum’at, (16/1/2026).
Mengapa Sinergi Ini Krusial?
Geografis yang Saling Terkunci: Kota Sukabumi sebagai pusat informasi dan logistik, sementara Kabupaten Sukabumi memiliki cakupan wilayah luas dengan basis massa di sektor pertanian, buruh, dan masyarakat adat.
Sentralisasi Isu: Banyak kebijakan di tingkat kota yang berdampak pada warga kabupaten, begitu pula sebaliknya.
Efisiensi Sumber Daya: Distribusi materi edukasi, kaderisasi, dan logistik gerakan dapat dilakukan secara kolektif tanpa tumpang tindih.
Strategi Mencapai Pelosok Daerah
Jembatan Komunikasi (Hub-Spoke Model): Posko Bersama dan Digitalisasi Desa
Distribusi Kader (Mobile Activism): Kader Penggerak Desa dan Gerakan Berbasis Isu Lokal
Langkah Taktis
Konsolidasi Rapat Koordinasi Lintas Batas
Aksi Simbolik Gabungan
Sekolah Kader Bersama
Output yang Diharapkan
Kesadaran Kolektif: Masyarakat di pelosok merasa menjadi bagian dari gerakan besar
Daya Tawar Politik: Suara rakyat Sukabumi akan lebih didengar oleh pemangku kebijakan jika datang dari satu kesatuan massa yang solid antara Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Menurut ketua DPD Sukabumi, “Sukabumi adalah satu tubuh; jika satu bagian bergerak, seluruh bagian harus merasakan getarannya”. Pertemuan ini diprakarsai oleh ketua DPD Kabupaten Sukabumi Sarifudin dan ketua Gerakan Rakyat (GR) Kota Sukabumi Faisal Bagindo di kediaman fungsionaris DPD di Sukabumi







