Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri tradisi Andilan Kebo yang diselenggarakan oleh Majelis Kaum Betawi di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2026).
Dalam sambutannya, Pramono mengapresiasi peran tokoh agama dan masyarakat Betawi dalam menjaga tradisi serta mempererat silaturahmi.
“Tradisi Andilan Potong Kebo merupakan warisan budaya Betawi yang sarat nilai kebersamaan dan persaudaraan. Ini juga menjadi bagian dari rangkaian Lebaran Betawi dalam menyambut Idulfitri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tradisi Andilan mencerminkan nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial. Penyembelihan kerbau dalam tradisi ini juga menjadi bentuk penghormatan terhadap hewan ternak yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat.
Pramono menyambut baik upaya pelestarian tradisi tersebut agar tetap dikenal generasi muda.
“Kami ingin generasi muda memahami dan mewarisi nilai kebersamaan yang terkandung dalam tradisi ini,” katanya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen mendukung pelestarian budaya Betawi sebagai bagian dari identitas kota. Selain menjaga nilai budaya, pelestarian tradisi juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.
“Di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global, budaya Betawi harus tetap hidup sebagai jati diri masyarakat,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi, memperkuat persaudaraan, serta mempertahankan Jakarta sebagai kota yang ramah dan berbudaya.






