Sebanyak 100 pelajar SMA dan SMK di Jakarta Timur mengikuti Dialog Interaktif Pencegahan Tawuran yang digelar Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Administrasi Jakarta Timur di Hotel Luxury Inn Arion, Pulogadung, Selasa (19/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran pelajar dalam menjaga lingkungan yang aman dan menjauhi berbagai perilaku negatif.
“Tujuan kegiatan ini salah satunya untuk mencegah tawuran di kalangan pelajar. Anak-anak harus fokus belajar dan tidak terpengaruh kegiatan yang merugikan seperti tawuran maupun narkoba,” ujar Kusmanto.
Menurutnya, pelajar merupakan generasi penerus bangsa yang harus mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi pendidikan, fisik, maupun mental, demi menghadapi masa depan yang lebih baik.
Kegiatan sosialisasi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kasat Intel Polres Metro Jakarta Timur AKBP Yenmiko Sianturi, motivator dan trainer Hadi Suhandi Saja, serta fasilitator Fauzan Ahmad.
Kusmanto berharap dialog interaktif itu dapat memberikan motivasi positif kepada para peserta agar lebih disiplin, produktif, dan mampu menghindari pengaruh negatif lingkungan.
“Sebagai pelajar, tugas utama adalah belajar dan menyiapkan diri untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Jangan sampai masa depan rusak karena pergaulan yang salah,” katanya.
Kegiatan ini turut dihadiri Pelaksana Harian Kepala Kesbangpol Jakarta Timur Ari Budi Yuswanto dan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Jakarta Timur Syamsul Bahri.
Peserta berasal dari sejumlah sekolah swasta di Jakarta Timur, di antaranya SMA Muhammadiyah 11, SMA Diponegoro 1, SMA Cahaya Sakti, SMA Muhammadiyah 12, SMA Bina Pangudi Luhur I, SMK Satya Bhakti 1, SMK Kemala Bhayangkari, SMK Dinamika Pembangunan 1, dan SMK Cipta Karya.
Panitia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai pentingnya pencegahan tawuran sekaligus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Melalui dialog interaktif ini, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur berharap angka tawuran pelajar dapat ditekan sehingga tercipta situasi yang lebih tertib dan nyaman di wilayah Jakarta Timur.






