Cigarnesia 2026 Catat Rekor, 1.500 Batang Cerutu Dinikmati Selama Tiga Hari

oleh
Owner PT Sejahtera Cerutu Indonesia (Sultan Cigar Indonesia) Frederiko Ratu Kedang (kanan) bersama jajaran panitia dan pegiat cerutu berfoto usai rangkaian acara Cigarnesia 2026 di Jakarta. Festival budaya cerutu yang berlangsung selama tiga hari tersebut berhasil menarik ratusan pengunjung dan menjadi ajang promosi cerutu premium buatan Indonesia.
9.6K pembaca

Festival budaya cerutu Cigarnesia 2026 yang digelar PT Sejahtera Cerutu Indonesia (Sultan Cigar Indonesia) sukses menarik perhatian pecinta cerutu dari berbagai daerah. Selama tiga hari penyelenggaraan pada 3–5 Juni 2026, acara ini mencatat tingginya antusiasme komunitas penyigar dan masyarakat umum.

Panitia mencatat sedikitnya 1.500 batang cerutu dinikmati pengunjung selama acara berlangsung. Setiap harinya, sekitar 120 peserta hadir untuk mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan, mulai dari sesi edukasi hingga interaksi dengan pelaku industri cerutu nasional.

Owner PT Sejahtera Cerutu Indonesia, Frederiko Ratu Kedang, mengatakan Cigarnesia hadir sebagai wadah untuk memperkenalkan cerutu Indonesia sekaligus membangun komunitas yang edukatif dan positif.

Gambar

“Antusiasme pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan sangat luar biasa. Kehadiran para penyigar dari berbagai kalangan menunjukkan budaya cerutu di Indonesia terus berkembang dan memiliki komunitas yang solid,” ujarnya di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Selain memberikan kesempatan menikmati cerutu secara gratis, Cigarnesia 2026 juga menghadirkan berbagai program edukasi, seperti pengenalan jenis tembakau, proses produksi cerutu, hingga demonstrasi teknik menggulung cerutu (rolling cigar) oleh torcedor berpengalaman.

Pengunjung juga dapat mengikuti sesi diskusi bersama pegiat industri cerutu untuk memahami sejarah, karakter rasa, hingga perkembangan industri cerutu premium di Indonesia.

Sejak hari pertama hingga penutupan, suasana acara berlangsung meriah. Peserta tidak hanya berasal dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga datang dari berbagai kota untuk merasakan pengalaman mengikuti festival cerutu yang terbuka bagi publik.

Tingginya partisipasi masyarakat dinilai menjadi indikator positif meningkatnya minat terhadap cerutu premium produksi dalam negeri. Sejumlah sesi edukasi bahkan selalu dipadati peserta yang ingin mengetahui lebih jauh proses pembuatan cerutu dari hulu hingga hilir.

Sebagai penutup acara, panitia juga menggelar lelang produk eksklusif Sultan Cigar Indonesia, yakni Archipelago Limited Art Edition Lotta Senk dan Sultan Maestro Limited 17th Edition, yang berhasil terjual dengan nilai tinggi. Selain itu, tiga unit cigar case merek Lubinski turut dilelang dan mendapat respons positif dari peserta.

Keberhasilan Cigarnesia 2026 diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kualitas cerutu Indonesia di pasar nasional maupun internasional. Sultan Cigar Indonesia juga membuka peluang menghadirkan acara serupa dengan skala yang lebih besar pada tahun mendatang.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap