Perhutani Bandung Utara Tingkatkan Kualitas Getah Pinus Lewat Pendampingan Penyadap

oleh
Petugas Perhutani KPH Bandung Utara memberikan pendampingan teknis kepada tenaga penyadap getah pinus di RPH Lembang guna meningkatkan kualitas hasil produksi dan menjaga kelestarian tegakan pinus.
22.1K pembaca

Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara terus berupaya meningkatkan kualitas produksi getah pinus melalui pendampingan teknis kepada tenaga penyadap di wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lembang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lembang.

Program ini dilakukan sebagai langkah menjaga mutu getah pinus di tengah meningkatnya produksi selama musim kemarau. Perhutani menilai peningkatan volume produksi perlu diimbangi dengan kualitas hasil sadapan agar memberikan nilai ekonomi yang lebih baik.

Administratur Perhutani KPH Bandung Utara melalui Kepala BKPH Lembang, Cucu Supriatna, mengatakan getah pinus merupakan salah satu komoditas hasil hutan unggulan yang berkontribusi besar terhadap kinerja perusahaan.

“Getah pinus merupakan hasil hutan andalan Perhutani. Karena itu, kami terus menjaga stabilitas produksi melalui pendampingan kepada tenaga sadap, terutama terkait teknik penyadapan yang benar serta proses penyaringan agar kualitas getah tetap optimal,” ujar Cucu, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, materi pendampingan mencakup teknik penyaringan getah untuk memisahkan kotoran, penggunaan peralatan yang benar, serta pentingnya menjaga kebersihan wadah penampung seperti badeng dan drum getah.

Menurutnya, faktor cuaca memang tidak dapat dikendalikan. Namun, penerapan teknik penyadapan yang tepat dapat membantu menjaga kualitas dan produktivitas getah pinus tanpa merusak pohon.

Selain meningkatkan hasil produksi, Perhutani juga mengingatkan tenaga penyadap agar selalu mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja selama menjalankan aktivitas di lapangan.

Salah seorang tenaga penyadap di RPH Lembang, Warsidi, mengaku pendampingan tersebut sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan teknis para penyadap.

“Dengan adanya pendampingan, kami jadi lebih memahami teknik penyadapan dan penyaringan yang baik sehingga kualitas getah semakin meningkat. Kami juga belajar menjaga pohon agar tetap sehat dan produktif,” katanya.

Warsidi berharap kegiatan pembinaan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena tidak hanya meningkatkan kualitas hasil sadapan, tetapi juga mendukung produktivitas kerja penyadap.

Melalui program pendampingan ini, Perhutani KPH Bandung Utara berharap kualitas dan produksi getah pinus di wilayah RPH Lembang terus meningkat. Sinergi antara Perhutani dan tenaga penyadap diharapkan mampu mendukung pengelolaan hutan yang produktif, lestari, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap