Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi telah mencapai 1.879,31 hektare hingga Kamis (3/9/2026). Pemerintah memperkuat penanganan di lapangan dengan mengerahkan ribuan personel, alat berat, serta helikopter untuk operasi water bombing.
Penguatan penanganan dilakukan menjelang puncak musim kemarau yang diprediksi berlangsung pada September 2026. Lahan gambut menjadi salah satu perhatian utama karena api dapat sulit dipadamkan dan berpotensi kembali muncul setelah proses pemadaman.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi mengoptimalkan satuan tugas (satgas) darat melalui pemadaman, pendinginan, patroli, serta pembuatan sekat bakar di wilayah rawan.
Sebanyak 5.984 personel satgas darat saat ini terlibat dalam penanganan karhutla. Jumlah tersebut kembali diperkuat dengan tambahan sekitar 20 personel dari sejumlah instansi, termasuk Basarnas, Brimob, dan Batalyon Infanteri 142.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah mengatakan penambahan personel dibutuhkan untuk memperkuat proses pendinginan, terutama di lokasi yang sebelumnya sudah berhasil dipadamkan.
“Sekarang ada 5.984 orang tim darat dan kita arahkan untuk menambah sekitar 20 orang.”
Selain personel, alat berat yang sebelumnya mendapat dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dimanfaatkan untuk membuat sekat bakar. Upaya ini dilakukan untuk menghambat pergerakan api dan mencegah kebakaran meluas.
Satgas juga akan membuat kanal air di sejumlah lokasi. Kanal tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air untuk mendukung pemadaman dan pendinginan.
37 Hektare Berhasil Dipadamkan
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (3/9/2026), estimasi area yang terbakar pada hari tersebut mencapai 47,5 hektare.
Dari jumlah itu, sekitar 37 hektare telah berhasil dipadamkan. Sementara 11,5 hektare lainnya masih dalam penanganan melalui operasi darat, water bombing, dan operasi gabungan.
Bachyuni mengatakan luas area terdampak masih berpotensi bertambah karena kondisi lahan gambut serta medan yang sulit dijangkau alat berat.
“Kondisinya memang gambut, semalam sudah kita lakukan upaya membuat sekat. Namun, ada daerah yang tidak bisa kita sekat karena alat berat tidak bisa masuk.”
Salah satu lokasi yang menjadi fokus penanganan berada di Desa Air Merah, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Tim Pos 27 di wilayah tersebut berhasil memadamkan kebakaran yang melanda sekitar tiga hektare lahan. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
Dari total 37 hektare lahan yang berhasil dipadamkan, sekitar 31 hektare ditangani melalui operasi darat. Sementara enam hektare lainnya ditangani menggunakan water bombing.
182 Titik Hotspot Terdeteksi
Pemantauan juga mencatat 182 titik hotspot di Jambi. Sebanyak 34 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan 148 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Dari estimasi 47,5 hektare lahan terbakar pada Kamis (3/9), terdapat 20 fire spot. Tiga di antaranya merupakan titik lama yang masih dalam proses penanganan.
Selain operasi darat dan udara, pemerintah juga menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla.
OMC di Jambi berlangsung pada 26 Agustus hingga 2 September 2026. Selama periode tersebut, operasi dilakukan dalam delapan sortie dengan total waktu penerbangan 15 jam 32 menit.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 8.000 kilogram natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai bahan untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca.
Namun, kondisi cuaca masih menjadi tantangan. Berdasarkan pemantauan BMKG, hingga 10 September 2026 diperkirakan belum terdapat pertumbuhan awan yang mendukung pelaksanaan OMC.
Karena itu, satgas akan memperkuat patroli dan pemantauan cuaca sembari mengoptimalkan operasi darat dan udara.
BNPB Perkuat Dukungan untuk Petugas
BNPB turut memperkuat dukungan bagi personel yang terlibat dalam penanganan karhutla di Jambi.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan dukungan tersebut dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Jambi, Rabu (2/9/2026).
Salah satu dukungan yang diberikan berupa bantuan keuangan melalui uang semangat bagi petugas gabungan. Bantuan tersebut ditujukan kepada personel TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, relawan, hingga masyarakat yang turut terlibat dalam penanganan karhutla.
Menurut Suharyanto, dukungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja satgas darat yang berjumlah 5.984 personel.
Dukungan itu mendapat apresiasi dari petugas yang bekerja langsung di lapangan.
Ketua Tim Pos 27 BPBD Provinsi Jambi, Ahmadi (55), mengatakan perhatian terhadap petugas menjadi tambahan motivasi dalam menjalankan tugas pemadaman dan pendinginan.
Meski menghadapi berbagai tantangan di lapangan, Ahmadi mengatakan dirinya bersama tim tetap menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian dalam membantu penanganan karhutla di Jambi.
Catatan: Informasi ini dikutip dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Jumat (4/9/2026).






