Dishub DKI Kerahkan 1.420 Personel Atasi Kemacetan Pagi Mulai Senin

oleh
Petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengatur arus lalu lintas di tengah kepadatan kendaraan. Program Gebrak Pagi mulai dilaksanakan pada 12 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.420 personel.(Ilustrasi AI)
4.5K pembaca

Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan mengerahkan 1.420 personel untuk membantu mengurai kemacetan pada jam sibuk pagi melalui program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi). Program ini mulai dilaksanakan pada Senin, 12 Oktober 2026, dengan menyasar titik-titik prioritas kepadatan lalu lintas di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Langkah tersebut diharapkan membantu masyarakat yang berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, maupun menjalankan aktivitas lainnya pada pagi hari.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa Gebrak Pagi merupakan upaya memperkuat pengendalian lalu lintas melalui pemantauan langsung dan koordinasi petugas di lapangan.

Menurut keterangan resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap Senin, Selasa, dan Kamis, mulai pukul 06.30 hingga 08.00 WIB.

Program tersebut melibatkan pejabat struktural, mulai dari kepala dinas, wakil kepala dinas, pejabat eselon III dan IV, staf, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).

Pengendara Diharapkan Lebih Terbantu Saat Berangkat Kerja

Kehadiran personel Dishub di titik-titik rawan kepadatan diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan hambatan lalu lintas pada jam berangkat kerja.

Pemantauan langsung juga memungkinkan petugas mengidentifikasi persoalan di lapangan dan memperkuat koordinasi untuk menangani kepadatan sesuai kondisi yang terjadi.

Meski demikian, dampak program terhadap waktu tempuh pengendara masih perlu dilihat setelah pelaksanaan di lapangan. Efektivitasnya akan bergantung pada kondisi lalu lintas, karakteristik setiap ruas jalan, serta kepatuhan pengguna jalan terhadap pengaturan petugas.

Bagi pekerja yang setiap hari melintasi kawasan padat di Jakarta, program ini menjadi salah satu langkah yang patut dicermati, terutama selama periode keberangkatan pada pagi hari.

Pengendara tetap disarankan memperhitungkan waktu perjalanan dan mengantisipasi kemungkinan perlambatan lalu lintas, khususnya jika melewati persimpangan atau ruas jalan yang biasa mengalami kepadatan.

Dishub Imbau Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Dishub DKI Jakarta juga mengajak masyarakat ikut mendukung kelancaran program Gebrak Pagi dengan mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pengguna jalan diingatkan untuk tidak berhenti maupun memarkir kendaraan sembarangan karena tindakan tersebut berpotensi menghambat arus kendaraan dan memperburuk kepadatan.

Koordinasi antara petugas dan kedisiplinan pengendara menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.

Melalui Gebrak Pagi, Pemprov DKI Jakarta berupaya memperkuat penanganan kemacetan melalui kehadiran langsung petugas pada waktu yang berdekatan dengan puncak aktivitas masyarakat.

Masyarakat dapat memantau perkembangan pelaksanaan program tersebut untuk mengetahui bagaimana langkah pengaturan lalu lintas diterapkan di berbagai wilayah Jakarta.

Sumber: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, siaran pers berjudul Gebrak Pagi Dimulai Senin Besok, Pejabat Dishub DKI Turun Langsung ke Titik Kepadatan.

https://m.beritajakarta.id/siaran-pers/provinsi/read/7100-SP-HMS-10-2026

No More Posts Available.

No more pages to load.

Siap