Home / Berita / Ahok Jadi Tersangka, Eq: Sudah Semestinya

Ahok Jadi Tersangka, Eq: Sudah Semestinya

Jakarta, sketsindonews – Calon gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama pada hari ini (16/11) telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, dalam kasus dugaan penistaan agama terhadap umat islam.

Baca: Ahok di Jadikan Tersangka

Ketua umum Badan Relawan Nusantara (BRN), Edysa Girsang, menilai bahwa langkah yang dilakukan Polri sudah semestinya.

“Saya mengapresiasi keputusan yang diambil Polri dalam menetapkan Ahok sebagai tersangka. Hanya saja, ketetapan ini jangan berhenti begitu saja dan hanya dijadikan sebagai alternatif meredam amarah rakyat terhadap Ahok. Aparatur harus segera menangkap dan mengadili Ahok, agar tidak mengganggu berjalannya proses demokrasi rakyat Indonesia.” Ujar Edysa Girsang melalui pesan elektronik, Rabu (16/11).

Eq, sapaan akrab Edysa Girsang juga menambahkan bahwa yang dilakukan oleh Ahok tidak hanya sebatas penistaan agama seperti yang ramai dibicarakan saat ini.

“Rakyat dan Aparatur hukum Indonesia tidak boleh hanya mempersoalkan kesalahan Ahok dalam dugaan penistaan agama saja, karena faktanya yang dilakukan Ahok lebih dari itu. Ahok telah dengan sengaja mengadu domba keharmonisan hidup Bhinneka Tunggal Ika, melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dan kedaulatan rakyat melalui penggusuran rumah warga, melawan prosedur hukum perundangan, dugaan korupsi serta berbagai tindak kejahatan negara lainnya.” Tegas Eq yang juga merupakan aktivis 98

Menurut Eq, kali ini PDI Perjuangan sebagai salah satu partai pengusung Ahok dalam Pilgub DKI 2017 telah benar-benar salah langkah dan akan membahayakan bagi kepentingan partai banteng kedepannya.

“Jika Ahok nantinya menjadi terpidana atas tindakan anti Pancasilanya selama ini, PDI Perjuangan akan menjadi partai pesakitan yang kehilangan marwah ideologis perjuangan hak-hak wong cilik untuk kontesasi demokratis kedepannya.” Papar Eq yang juga merupakan ketua posko pemuda mahasiswa pro Megawati saat 1996 silam.

Sebelumnya, Eq merupakan salah satu bacagub DKI Jakarta 2017 melalui penjaringan pemimpin daerah PDI Perjuangan.

“Saya dulu mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan, adalah bukan sebagai orang yang menginginkan jabatan elit. Namun sejatinya saya berserta kawan yang lain ingin meneguhkan garis ideologis perjuangan partai untuk setia di amanat kehendak rakyat dan berani melawan orang-orang yang anti Pancasila. Hanya saja, kekuatan pragmatis masih terlalu kuat dan berhasil mengintervensi keputusan partai untuk memilih orang yang tidak dikehendaki rakyat. Ini membuktian hegemoni kepentingan pasar global kaum kapitalis telah berhasil mengintimidasi pemimpin-pemimpin partai politik. Dengan kesalahan memilih Ahok, Ini menjadi pelajaran penting bagi PDI Perjuangan.” Tutup Eq. (*)

Check Also

Calon Kuat Peganti Sandiaga, M Taufik Menguat Sebagai Wagub DKI

Jakarta, sketsindonews – Para Aktifis Jakarta telah menduga pertarungan di DPRD DKI peganti Wagub Sandiaga …

Watch Dragon ball super