Back

Media Terpercaya

Ahok Sulap RS Pertamina Jaya Tangani Pasien Corona

Jakarta, sketsindonews – Komisaris Utama Basuk Tjahaja Purnama alias Ahok kembali lakukan kebijakan dalam antisipasi layanan RS Pertamina secara khusus untuk disulap melayani pasien Covid -19.

Sebelumnya Ahok telah meluncurkan program transparansi ditubuh BUMN Pertamina untuk tidak berkoar – koar atas kebijakan merubah sistem lingkungan pertamina.

“RS Pertamina Jaya jadi rumah sakit khusus penanganan Covid-19. Mari kita memperkuat sistem kekebalan tubuh dengan hidup lebih sehat, makan makanan bergizi serta istirahat yg cukup #CegahTangkalCorona,” dikutip dari akun Twitter resmi Ahok, Rabu, (18/3/20).

Keputusan cepat yang diambil Ahok dan jajarannya di Pertamina dalam rangka membantu pemerintah membantu pemerintah melewan pandemi corona. Erick Thohir sudah mengatakan kalau RS milik BUMN siap membantu.

Dalam hal ini dalam waktu kurang dari sehari, Ahok sebagai Komut Pertamina langsung meresponnya.

Sebelumnya dilansir dari detik.com, dimana Kementerian BUMN akan menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jaya dan hotel BUMN yakni Hotel Patra Comfort untuk tempat penanganan virus corona.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Rumah Sakit Pertamina Jaya akan menggunakan bangunan lama untuk menampung pasien. Rumah sakit berkapasitas 65 tempat tidur yang terdiri dari 20 tempat tidur setingkat ICU dan 45 non ICU.

“Jadi Rumah Sakit Pertamina Jaya itu akan menggunakan bangunan lama, kan di daerah Cikini sama Pramuka. Itu ada sarana ruang isolasi bertekanan negatif di 3 lantai. Sehingga sistem penyaringan udara itu nggak terlewati virus juga,” katanya lewat pesan singkat, Senin (17/3/2020).

Dia menjelaskan, Rumah Sakit Pertamina Jaya akan dilengkapi laboratorium diagnosis, fasilitas radiologi, hingga ruang isolasi.

“Penanganan Covid 19 di Rumah Sakit Pertamina Jaya akan didukung 10 dokter spesialis, 8 dokter umum, 3 perawat terlatih,” terangnya.

Kemudian, hotel digunakan untuk menampung orang dalam pemantauan (ODP) atau save house. Jumlahnya ada 52 tempat tidur.

Selain itu, Arya mengatakan, akan ada tambahan 90 tempat tidur lagi. Sehingga total kapasitas untuk melayani pasien corona sekitar 160 tempat tidur.

“Dan nanti ada penambahan 90 tempat tidur lagi kita siapkan di situ kita akan bikin seperti ruangan khusus mudah-mudahan selesai dalam tempo 2 minggu. Sehingga total kapasitas mencapai 160 tempat tidur, ini semua akan kita lengkapi. Jadi hotel tadi akan kita jadikan tempat penanganan corona,” jelasnya.

“Yang 65 itu rumah sakit ditambah hotel, 90 lagi kita buat lagi tambahan nantinya dengan bangunan khusus yang kita bangun jadi dipersiapkan untuk pasien corona,” tambahnya.

Dalam situasi pelik seperti saat ini, memang yang paling utama adalah koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan jajaran di bawahnya. Untungnya Pertamina berada dalam kendali orang yang tepat. Tanggal 17 Maret ditunjuk Menteri BUMN dan hari ini tanggal 18 Maret sudah disiapkan Ahok.

Lewat unggahannya yang membuka transparansi, Ahok juga hendak menyebarkan masyarakat luas kalau RS Pertamina Jaya siap menampung pasien atau yang memiliki gejala corona sebagai rujukan.

Reaksi cepat Ahok pastinya menjadi nilai tersendiri. Bayangkan dengan sikap isu lock down Jakarta yang akan diberlakukan telah menjadi berseberangan dengan pemerintah pusat.

Kini Jakarta kembali berlakukan moda transportasi di fungsikan menjadi normal, awalnya Pemprov DKI melakukan soal pembatasan moda transoportasi hanya 13 koridor untuk publik yang langsung ditegur pemerintah pusat.

Sebelumnya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian langsung menyambangi Balaikota DKI untuk bertemu langsung dengan Gubernur DKI Anies Baswedan dalam lakukan kordinasi agar tak sembarangan melakukan lockdown di Jakarta.

Saya yakin pemerintah pasti menyiapkan beberapa skenario terbaik untuk rakyatnya. Opsi terbaik saat ini adalah “Social Distancing” atau jaga jarak sosial ketimbang lockdown. Termasuk perbaikan kualitas RS yang ditunjuk dan bantuan tenaga media serta ADP.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.