Back

Media Terpercaya

Aktivitas Pelabuhan Sumenep Tak Terpantau Satgas Covid-19

Sumenep, sketsindonews – Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), aktivitas Pelabuhan Kalianget yang menghubungkan Pelabuhan Talango di Kabupaten Sumenep, seperti hari biasanya tanpa dilakukan pengecekan dan pengawasan Satgas Covid-19 setempat. 

Pasalnya, banyak para perantauan yang pulang kampung dari berbagai daerah luar Madura melintas di pelabuhan tersebut. Meski pemerintah sudah membentuk Satgas Covid-19, namun di lokasi tak dijumpai ada petugas, termasuk dari Dinas Kesehatan maupun dari pihak instansi lainnya. 

Kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir, sebab rata-rata masyarakat perantauan banyak yang bekerja di daerah zona merah, seperti Jakarta, Bogor, Surabaya, dan kota tertentu yang sudah terdampak.

“Minimal pemerintah mendirikan posko pemerikasaan. Bukan membiarkan yang seakan-akan tidak ada apa-apa,” kata warga yang merasa was-was melintas di pelabuhan tersebut, Soekarno, Sabtu (11/4/20). 

Menurut dia, masyarakat perantauan yang melintas di pelabuhan diakui atau tidak datang dari berbagai daerah terdampak. Jika ini dibiarkan akan berbahaya. Apalagi virus corona yang telah memangsa banyak orang tersebut, bisa menular kepada siapapun. 

Seharusnya, saran dia, masyarakat yang hendak pulang kampung bisa membawa surat keterangan sehat dari instansi kesehatan tempatnya bekerja. Sehingga ketika tiba di rumah, mereka bisa diterima warga secara aman. 

“Sebelum masyarakat menolak kedatangan perantauan dengan caranya sendiri, lebih baik pemerintah melakukan antisipasi. Salah satunya, kasih pos pemeriksaan di pelabuhan,” harapnya. 

Sebelumnya, Bupati Sumenep Busyro Karim mengatakan, warga Sumenep yang jadi perantauan dan mau pulang kampung, harus diperiksa kesehatannya dengan cara mengecek suhu kesehatan dengan menyemprotkan cairan disinfektan. 

Kegiatan tersebut, semula berlangsung di kawasan perbatasan antara Kabupaten Pamekasan dan Sumenep di wilayah Kecamatan Pragaan. Satgas Covid-19 memeriksa setiap kendaraan bus yang membawa penumpang dari luar. Dengan demikian, warga terdampak terlebih dahulu dapat penangan khusus demi memutus mata rantai virus corona.

(nru/akt) 

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.