Home / Berita / Alat Deteksi Narkoba Canggih Di Lanud Adisutjipto
Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga, MM. Saat mendampingi dari tehnisi alat deteksi narkoba Wirawan Broto di Kantor Satpomau

Alat Deteksi Narkoba Canggih Di Lanud Adisutjipto

Yogyakarta, sketsindonews – Lanud  Adisutjipto Yogyakarta saat ini telah mempunyai alat evident investigator atau Alat test narkoba gunanya untuk mengetahui kadar pemakaian dan jenis-jenis narkoba.

Satpom Lanud Adisutjipto merupakan salah satu instansi TNI AU yang telah memiliki alat test narkoba selain satpomau, Lanud Halim, Lanud Hasanuddin.

Komandan Pangkalan TNI AU Marsekal Pertama TNI Novyan Samyoga menjelaskan bahwa seperti yang kita ketahui bahwa bangsa kita ini menghadapi beberapa ancaman, salah satunya yakni terorisme, dan ancaman terhadap narkoba atau narkotika.

“Untuk ancaman terhadap narkoba ini, seperti kita ketahui adalah kita bersih dari dalam dulu, yakni aparat penegak hukumnya harus bersih dahulu,” ucapnya, Rabu (26/7).

Lebih lanjut, Danlanud mengungkapkan bahwa bagaimana kita akan mengecek keluar melakukan penertiban kalau ternyata orang-orang yang di dalam yakni para penegak hukum kotor. “Maka kita dilengkapi alat canggih ini untuk menyakinkan bahwa khususnya di Angkatan Udara bebas dari narkoba dan ini akan dilakukan pengecekan secara rutin,” ujarnya.

Danlanud menambahkan, alat ini nantinya juga dapat membantu teman-teman dari pihak kepolisian dan BNN. Pihaknya berharap dengan adanya alat ini, TNI AU bisa bersih terhadap ancaman narkoba.

“Selain itu, bisa ikut berperan dalam rangka memerangi bahaya narkoba bersama teman-teman yang lain,” tandasnya.

Dansatpom Lanud Adisutjipto Letkol Pom Yudi Pratikno selaku yang bertanggungjawab dalam pengopersian alat test tersebut mengungkapkan bahwa saat ini para bandar narkoba sudah lebih canggih mengelabuhi Polisi dan BNN.

“Sehingga sebagai aparat penegak hukum sudah seharusnya memiliki alat canggih untuk mendukung kinerja aparat dalam memberantas peredaran narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, Manager Teknik Penyedia Barang, Wirawan Broto mengatakan, alat ini untuk mendeteksi awal dan sebagai alat yang sudah mumpuni yang bisa mendeteksi bahwa yang di tes ini baik rambut, air liur, darah mengandung apa. “Dari sampel tersebut kita bisa mengetahui berapa yang telah digunakan oleh orang yang kita tes tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wirawan Broto mengungkapkan bahwa alat ini sebagai menunjukkan nilai kuantitatif dari orang yang dilakukan pengecekan. “Secara umum kan hanya diperiksa pengguna atau tidak,” pungkasnya.

(Red)

Check Also

Jumlah Penduduk Indonesia Besar, Asosiasi Pengusaha IT Malaysia Antusias Masuk ke Pasar Indonesia

Jakarta, sketsindonews – GAIN merupakan program inisiatif dari Malaysia Digital Economy Corporation (MDEC), yang membawahi kegiatan GAIN Connex Indonesia dan diselenggarakan melalui kerjasama dengan International Data Corporation (IDC) ASEAN.

Program GAIN yang memudahkan kolaborasi antara Indonesia dan Malaysia pun langsung mendapat respon positif baik dari pihak Pengusaha IT Malaysia maupun Indonesia yang berpartisipasi program ini.

Country Director of CXS Analytics Sdn Bhd, Melissa Teh, mengatakan, ini pertama kalinya pihaknya mengikuti event ini di Indonesia dan banyak keuntungan yang didapatkan dari acara di bawah program tersebut.
Menurutnya, jumlah penduduk Indonesia yang besar menjadi sorotan bahwa perusahaaan IT Malaysia juga bisa bersinergi dengan pengusaha yang ada di Indonesia.

“Jumlah penduduk yang besar menjadi keunggulan dari Indonesia sehingga para pengusaha IT dari luar ingin bersinergi dengan Indonesia. Kami banyak belajar dari program ini dan berkesempatan bertemu dengan calon reseller dan konsumen. Kami akan mendukung program ini karena kami bertujuan memperluas bisnis ke seluruh Asia Tenggara. Indonesia kami lihat sebagai negara yang punya ekosistem teknologi yang berkembang pesat,” kata Melissa Teh di Jakarta (24/9).

Jeffrey Fok Boon Hung, Director of Finexus Jakarta Group, mengungkapkan program GAIN sangat membantu bisnisnya. Selain itu, program ini menunjukkan dan sekaligus menyediakan channel-channel yang sangat membantu, terutama dalam hal-hal prosedural, seperti perpajakan, dan tentu saja cara-cara yang tepat untuk membangun bisnis di Indonesia.

“Kami perusahaan Malaysia sangat terbantu dengan adanya program ini. Tentu menjadi hal yang positif dari berbagai aspek. Di mana program GAIN menyediakan channel-channel yang sangat membantu terkait prosedural, seperti pajak dan cara-cara yang tepat untuk bangun bisnis di Indonesia. Sehingga para pengusaha baru juga cepat beradaptasi dan bisa fokus mengembangkan perusahaannya” ungkap Jeffrey.

Jeffrey pun menambahkan jika program GAIN ini sudah dari awal muncul maka akan memudahkan dia dalam membangun bisnis di Indonesia.

“Jika ada dari awal maka kami mungkin akan lebih solid dalam berbagai hal fundamental membangun bisnis di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Vice President of Enterprise Development MDEC, Gopi Ganesalingam mengatakan, program yang telah memilih 17 perusahaan untuk berpartisipasi ini membuka potensi kerja sama antara Indonesia dan Malaysia sekaligus kesempatan untuk memperkuat hubungan ekonomi antarnegara.

“Kerja sama dengan IDC ASEAN untuk GAIN Connex Indonesia memberikan pengetahuan yang memberikan akses penghubung antara perusahaan Malaysia yang berpartisipasi dengan pemangku kepentingan di Indonesia. Kami harap masing-masing pihak mendapatkan manfaat dari kerja sama ini, yang nantinya berdampak bagi perekonomian Indonesia,” tutur Gopi Ganesalingam di Satrio Tower, Jakarta, Kamis (20/9).

(Red)

Terkait

Watch Dragon ball super