Home / Artikel / Amir Hamzah : Minta Gubernur Anies Selesaikan Penyimpangan Pengelolaan TPS Bantar Gebang

Amir Hamzah : Minta Gubernur Anies Selesaikan Penyimpangan Pengelolaan TPS Bantar Gebang

Jakarta, sketsindonews – Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah kembali menyoal persoalan pemgelolaan TPS Bantar Gebang yang syarat rawan terhadap penyimpangan terhadap pengelolaan kontrak.

Untuk itu Amir Hamzah meminta kepada Gubermur DKI Jakarta, Anies Baswedan, diminta segera memerintahkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (KLH), Isnawa Adji terkait pengelolaan TPST Bantar Gebang.

Pasalnya, Isnawa diduga secara sepihak kembali menunjuk PT Navigat Organic Energy Indonesia (NOEI) untuk mengelola tenaga listrik di TPST Bantar Gebang.

Padahal, PT NOEI yang berkongsi dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ) dalam mengelola TPST Bantar Gebang, kontrak kerja samanya sudah diputus pada 19 Juli 2016 lalu, terang Amir.

Ini jelas ada indikasi konspirasi terkait penunjukan PT NOEI oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Makanya inspektorat harus turun tangan,” tambah Amir Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2017).

Amir menilai, Isnawa telah menafikan keputusannya sendiri yang telah memutuskan kerja sama dengan PT NOEI. Tak hanya itu, menurut Amir, inspektorat juga harus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Dinas Lingkungan Hidup (dulu Dinas Kebersihan) yang diduga telah menerima gratifikasi plesiran ke Makao dan Genting, Malaysia.

“Kalau ini tentu pemeriksaannya lebih gampang, tinggal cek paspor masing-masing pejabat yang dicurigai menerima gratifikasi,” ujar Amir.

Hal lain yang harus menjadi perhatian inspektorat adalah dugaan penyelewengan anggaran dalam pembelian ratusan unit motor gerobak (gemor), kendaraan jenis truk dan alat berat dengan anggaran APBD 2015 dan 2016 di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup atau Dinas Kebersihan DKI Jakarta.

Berdasarkan data yang dimiliki Budgeting Metropolitan Watch (BMW), disinyalir sebagian kendaraan yang dibeli merupakan barang bekas dan tidak original selain perangkat bakunya.

“Kendaraan yang dibeli bukan murni masih baru, tapi bekas tarikan leasing dari pemilik yang tidak mampu membayar kredit,” jelas Amir.

reporter : nanorame

 

 

Check Also

Apa Kata Kang Yayat, Usia Jakarta 491 dan Persoalan Klasik Yang Tak Pernah Tuntas

Jakarta, sketsindonews – HUT DKI Jakarta ke – 491 Kota Jakarta seharusnya bukan semakin tua, …

Watch Dragon ball super