Home / Berita / Andrea Pelaku Penipuan Dijebloskan ke Penjara

Andrea Pelaku Penipuan Dijebloskan ke Penjara

Jakarta, sketsindonews – Terpidana penipuan bernama Andrea Dewa Putra tidak berkutik saat ditangkap Tim gabungan Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta dan Kejati DKI.

Andrea merupakan buronan Kejaksaan yang berkantor di kawasan Kemayoran dan dia telah masuk dalam daftar pencarian orang alias DPO. Lantaran dirinya menghindar dari tanggungjawab sebagai pelaku penipuan.

Pria berusia 46 tahun itu diciduk Tim gabungan Intelijen Kejaksaan saat dirinya berada di Komplek Billy & Moon Blok M-3 Nomor 7 RT 02 RW 10 Jakarta Timur, pada Sabtu 13 Februari 2021 sekitar pukul 14.00 Wib. Dan saat ini Andrea telah dikerangkeng ke Lembaga pemasyarakatan Salemba Jakarta Pusat oleh jaksa pada Kejari Jakpus.

Menurut keterangan resmi Kepala seksie penerangan hukum (Kasie Penkum) Kejati DKI yang diterima redaksi, Minggu (14/2/21). Mengungkapkan berdasarkan putusan MA nomor: 992 K/Pid/2010 tanggal 30 Juni 2011 menyatakan Terdakwa Andrea Dewa Putra terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan.

“Terpidana dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun dan menyatakan barang bukti huruf a sampai dengan k tetap terlampir dalam berkas perkara serta membayar biaya perkara sebesar Rp2.500,” dalam keterangannya.

Kasus ini bermula pada tahun 2005 di Gedung Wisma Nugra Santana Jalan Jend. Sudirman Tanah Abang Jakarta Pusat, terpidana selaku konsultan keuangan (financial analist) PT. PDU mempengaruhi seseorang bernama RA (perempuan) untuk menjadi investor di bursa komoditi PT. PDU. 

Terpidana memperkenalkan RA kepada General Manager PT. PDU serta iming-iming bonus dan keuntungan yang besar dan pasti (fixed rate) lalu kemudian membuat perjanjian investasi di luar pengetahuan PT. PDU dengan RA. 

Selanjutnya ia meminta RA mentrasfer uang kerekening pribadi terpidana. Atas pengaruh tersebut, RA kemudian mentransfer sebesar Rp205.000.000 namun belakangan diketahui bahwa investasi tersebut ternyata tidak benar sehingga RA meminta kembali uangnya akan tetapi terpidana mengelak dengan mengatakan uangnya sudah habis dan ia tidak lagi bekerja di PT. PDU.

Atas perbuatan terpidana tersebut, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menyatakan Andrea Putra Dewa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan. 

(Sofyan Hadi)

Check Also

Gubernur DKI Anies Larang Warga Berkerumun, Lebih Baik Tinggal di Rumah

Jakarta, sketsindonews – Pemprov DKI Jakarta mengaku sedang mengkaji berbagai kemungkinan, termasuk menerapkan lockdown di Ibu Kota, …

Watch Dragon ball super