Home / Artikel / Anies – Sandi Akan Bongkar Pejabat, Perlu Tim Independen Menyeleksi

Anies – Sandi Akan Bongkar Pejabat, Perlu Tim Independen Menyeleksi

Jakarta – sketsindonews – Seharusnya Gubernur Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno disarankan membentuk Tim Seleksi Independen untuk menyeleksi pejabat-pejabat yang akan dipromosikan menduduki jabatan-jabatan strategis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Pasalnya, saat ini banyak pejabat yang tidak kompetensi dalam bidangnya yang asal comot, sehingga kinerja Pemprov cenderung menjadi lamban dalam menindak lanjuti program percepatan tugas.

“Mereka itu para pejabat yang diangkat Gubernur sebelumnya dan bukan rahasia kalau meski pengangkatan mereka  melalui mekanisme lelang jabatan, tapi sebenarnya mekanisme itu cuma kedok belaka”.

Buktinya, pejabat yang terpilih melalui mekanisme itu hampir semuanya tidak memperlihatkan kinerja yang memuaskan, karena selain tidak profesional, juga karena ada kepala SKPD yang ditempatkan di dinas yang tidak sesuai dengan bidang yang dikuasai, dan ada yang memiliki golongan yang belum pas untuk menduduki jabatan kepala SKPD,” ujar pengamat kebijakan publik Amir Hamzah tadi sore kepada sketsindonews. com di Balaikota DKI Jakarta. (20/2)

Ia mengakui, jika para Ahokers itu tetap dipertahankan, maka akan sangat berisiko bagi Anies-Sandi, karena program-program yang dicanangkan pasangan ini dan diorientasikan untuk kepentingan rakyat, takkan teraplikasi secara maksimal.

Meski demikian Amir juga mengakui telah mendapatkan informasi tentang alasan mengapa sejak dilantik pada 16 Oktober 2017, hingga kini Anies-Sandi belum memutasi mereka secara keseluruhan.

“Disinyalir ada konspirasi antara para Ahokers itu dengan oknum di Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), yang membuat Anies-Sandi mau tak tahu harus menunggu hingga enam bulan menjabat, baru bisa melakukan mutasi,” jelasnya.

Untuk diketahui, pasal 162 ayat (3) UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota,  menyatakan bahwa Gubernur, Bupati dan Walikota dilarang melakukan pergantian pejabat di lingkungan  pemerintahan daerah (Pemda), baik Provinsi ataupun Kabupaten/Kota, dalam jangka waktu 6 bulan terhitung sejak tanggal pelantikan.

Amir menambahkan, karena ketentuan ini, dan karena adanya dugaan konspirasi itu, maka kalau pun saat ini Anies-Sandi punya alasan kuat untuk melakukan mutasi, maka ketika rencana itu diajukan ke Kemendagri, pengajuan akan ditolak.

“Karena itu mutasi baru akan dilakukan sekitar tanggal 16 April, secara besar-besaran. Saat ini Anies-Sandi telah membentuk tim seleksi untuk memilih para penggantinya,” imbuh dia.

Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 11 Tahun 2016 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk setiap jabatan yang pejabatnya akan diganti, gubernur dan Wagub memilih tiga nama dari kandidat yang ada.

“Ketiga nama itu kemudian diajukan ke Baperjakat (Badan Pertimbangan, Jabatan dan Kepangkatan) untuk dipilih salah satunya,” imbuh dia.

Meski demikian, pengamat yang juga ketua Budgeting Metropolitan Watch (BMW) ini mengingatkan, karena ini mutasi pertama yang dilakukan Anies-Sandi secara besar – besaran dengan jumlah yang banyak.

Untuk itu Ia berharap mereka sebaiknya membentuk Tim Seleksi Independen agar pejabat-pejabat yang dihasilkan dari seleksi ini benar-benar pejabat yang kompeten, memiliki integritas dan komitmen, bukan pejabat bermental tidak bisa bekerja.

“Dengan dukungan pakar-pakar yang masuk dalam Tim Seleksi Independen, Anies-Sandi akan mendapatkan pejabat-pejabat yang sesuai dengan harapan, dan mendukung penuh mereka hingga masa jabatan berakhir,” tegasnya.

Berikut nama-nama yang diusulkan Amir Hamzah untuk masuk dalam Tim Seleksi Independen:

1. Ryaas Rasyid (Mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara)

2. Siti Zuhro (Pengamat Politik LIPI)

3. Fajar Panjaitan (Mantan Sekda DKI Jakarta)

4. Sylviana Murni (Mantan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta)

5. Wiriatmoko (mantan Sekda DKI Jakarta)

6. Harijanto Badjuri (Mantan Kasatpol PP DKI Jakarta)

reporter : yudi, editor : nanorame

 

Check Also

Apa Kata Warga, Kemayoran Kembali Juara Festival Bedug Ramadhan 1439 H Tingkat Kota Jakarta Pusat

Jakarta, sketsindonews – Tak salah Kecamatan Kemayoran menjadi juara pertama selama 2 kali berturut – …

Watch Dragon ball super