Home / Berita / Nasional / Apa Bedanya Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Apa Bedanya Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Oleh: Letkol Sus Giyanto

KADANG kita bertanya-tanya dalam memaknai zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah. Mengingat dua hal ini sama-sama zakat, meskipun jelas beda baik waktu, peruntukan, jumlah, maupun orang yang wajib berzakat. Begitu pentingnya hukum zakat yang juga merupakan salah satu rukun islam, Maka hal ini harus diketahui oleh seluruh umat muslim.

Apa Zakat mal ?
Zakat mal (harta) adalah zakat yang wajib ditunaikan umat muslim dari harta hasil usaha atau kerja dengan besaran dan waktu yang telah ditentukan. Harta menurut istilah adalah segala sesuatu yang dapat dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan atau dimanfaatkan.

Sesuatu bisa dikatakan harta atau mal apabila memenuhi syarat berikut, yaitu dapat dimiliki, disimpan, dan dikuasai. Serta dapat diambil manfaatnya sesuai dengan galibnya. Sebagai contoh rumah, mobil, ternak, hasil pertanian, emas, perak, uang, dan lain sebagainya.

Syarat harta yang wajib dizakati adalah: milik penuh, bertambah atau berkembang, cukup nisab atau batasan minimal, lebih dari kebutuhan pokok, bebas dari hutang, sudah berlalu satu tahun.

Nisab zakat mal adalah sebesar 85 gram emas dengan tariff zakatnya 2,5%. Cara menghitung zakat mal yang harus dibayarkan: 2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1 tahun.

Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dibayarkan seorang muslim pada akhir bulan Ramadhan hingga sebelum sholat idul fitri.

Zakat fitrah biasanya dikeluarkan dengan nilai setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok yang biasa dimakan oleh orang yang berzakat tersebut.

Sebagaimana tercantum pada hadits Rasulullah SAW mengatakan:
“Barangsiapa yang menunaikan zakat fitrah sebelum shalat Id maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat Id maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud).

Kwalitas makanan pokok yang dijadikan zakat fitrah harus sesuai dengan kualitas makanan pokok yang dikonsumsi sehari-hari oleh orang yang berzakat (Muzzaki).

Zakat fitrah bertujuan untuk menyucikan harta dan menyempurnakan puasa, karena setiap harta yang kamu miliki, ada sebagian hak orang lain.
Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak menunaikan zakat fitrah karena hal ini diwajibkan bagi setiap muslim baik laki-laki maupun perempuan, dari orang tua sampai anak kecil sekalipun yang baru lahir sebelum Sholat Idul fitri.

Adapun perbedaan diantara keduanya adalah :

1. Perebedaan Waktu Menunaikan

Zakat mal ditunaikan saat harta yang dimiliki telah mencapi nisab dan haulnya. Dimana nishab adalah batas terendah jumlah harta yang dimiliki, dan haul adalah waktu yang harus dipenuhi dari kepemilikan sebuah harta.

zakat Fitrah dibayarkan di akhir bulan Ramadhan sebelum salat idul fitri. Dan wajib ditunaikan oleh seluruh umat muslim terlepas dari umurnya..

2. Perbedaan Peruntukan

Zakat mal ditunaikan untuk membersihkan harta dari hak-hak yang dimiliki oleh para fakir dan miskin.

Seperti firman Allah SWT dalam QS At-Taubah: “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (QS. at-Taubah/9:34-35)

Sementara zakat fitrah untuk diri si pembayar zakat (Mustahik), yaitu sebagai pembersih diri dari berbagai perbuatan kotor dan perbuatan sia sia. Sebagaimana Nabi Muhammad SAW telah bersabda dalam suatu hadits:

“Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan yang kotor, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.“(Hasan: Shahihul Ibnu Majah)

3. Perbedaan Jumlah Zakat

Zakat mal ditunaikan tergantung kepada besaran yang telah ditentukan dalam ilmu fiqih, sedangkan zakat fitrah dapat ditunaikan minimal sebanyak makanan pokok yang mengenyangkan atau rata-rata 2,5 kg beras, atau bisa diganti dengan uang senilai harga beras.

4. Perbedaan orang yang wajib berzakat

Zakat mal diwajibkan kepada orang yang merdeka serta memiliki harta yang telah sempurna mencapai nisab (Batasan minimal) dan haulnya (waktunya). Sedangkan zakat fitrah diwajibkan bagi semua umat muslim yang lahir sebelum terbenam matahari pada bulan Ramadan dan mempunyai kelebihan harta walaupun hanya sedikit.

Semoga kita semua mampu memanfaatkan hartanya di jalan Allah sebagai wujud realisasi rukun islam ke-4 yaitu zakat. Sehingga terwujud kesucian diri dan hartanya, amiin ya robbal ‘aalamiin..…

Check Also

Ketum Labaki : Akuntabilitas Management Keuangan Negara Lemah

Jakarta, sketsindonews – Ketua Umum (Ketum) Laskar Anak Bangsa Anti Korupsi Indonesia (Labaki) Deani Sudjana …

Watch Dragon ball super