Home / Berita / ASEAN GAMES Menghitung Hari, Komisi V: Veneu Kano Siap Dipakai

ASEAN GAMES Menghitung Hari, Komisi V: Veneu Kano Siap Dipakai

Majalengka, sketsindonews – Indonesia patut berbangga karena menjadi tuan rumah dalam perhelatan olahraga terbesar di Asia Tenggara, yaitu ASEAN GAMES. Salah satu venue perlombaan cabang olahraga Kano terletak di Bendungan Rentang, Kecamatan Jatijujuh, Majalengka.

Komisi V DPR RI pada hari Kamis (26/4) melakukan kunjungan kerja ke tempat tersebut untuk memastikan kesiapan Bendungan. “Alhamdulillah, sudah sampai 70% dan insya Allah siap digunakan untuk ASEAN GAMES,” ujar anggota Komisi V DPR RI dapil Sumedang, Majalengka, Subang, Nurhasan Zaidi. Selain komisi V, kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Kepala Dinas Pengairan Provinsi Jawa Barat, Dirjen Cipta Karya, dan Dirjen SDA juga turut serta membersamai.

Menurut Nurhasan, venue ini menjadi terobosan dan kebanggaan bagi warga Majalengka. “Kami berharap lebih dari sekadar ASEAN games, agar bendungan ini dapat di patenkan sebagai pusat latihan olahraga dayung para atlet Indonesia, dari Majalengka untuk Indonesia,” ujarnya.

Bendungan ini juga perlu perhatian intens dan jangka panjang walaupun event sudah selesai. “Oleh sebab itu kami anggarkan Rp. 5 T, karena ia juga bisa mengatasi 14.000 hektar lahan sawah yang kebanjiran sehingga mampu menyelamatkan stok pangan nasional dan suplai air baku masyarakat Cirebon, Banyuwangi, Majalengka, Kuningan (Ciayumajakuning),” tambah Nurhasan.

Perhelatan ASEAN GAMES sendiri dijadwalkan dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September tahun ini. Komisi V DPR RI menyarankan kepada Dirjen Cipta Karya, agar Bendungan Rentang dapat juga dijadikan objek wisata.

“Untuk ASEAN GAMES saya rasa sudah sangat baik, namun akan lebih baik jika ia mampu menjadi objek wisata sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ciayumajakunging, khususnya Majalengka,” pungkas Nurhasan.

(Red)

Check Also

SBY WO Saat Deklarasi Kampanye Damai, Protes KPU Atribut Partai Dukungan

Jakarta, sketsindonews – Acara kampanye deklarasi pemilu damai yang di gelar KPU Nasional dalam rangka mendukung sukses penyelenggaraan pemilu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan lapangan Monas saat acara dimulai.

“Nggak ada, jangan lebay lah,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, ujar Budi Arie Ketua Projo.

Pokoknya itu tidak benar Budi nyarakan, tidak ada provokasi dari pihaknya. Dia memastikan relawannya hanya melakukan deklarasi damai.

deklarasi.kampanye.damai.thamrin.doc

“Nggak ada provokasi, ini kan kampanye damai,” sebutnya.

Sebelumnya, SBY WO karena merasa diperlakukan tidak adil. SBY WO bersama Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono pergi di tengah acara.

 

Ada juga atribut partai pendukung pro-Jokowi yang diprotes SBY. Presiden RI ke-6 itu pun akan melayangkan protes resmi ke KPU.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,”

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemudian meninggalkan acara. SBY akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca merasa pihak KPU telah melanggar aturan yang dibuat oleh lembaga itu sendiri. Yakni terkait tak adanya atribut partai yang dibawa saat acara deklarasi digelar.

“Partai Demokrat protes keras, Pak SBY juga turun dari barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati,” kata Hinca.

SBY pun kemudian menitipkan Partai Demokrat dan Kader yang masih di lokasi kepada Hinca untuk dihandle hingga acara selesai berlangsung. Namun pihaknya belum sempat ikut tanda tangan deklarasi.

“Iya beliau pun langsung titip ke saya selaku Sekjen,” katanya.

Pantauan di lokasi memang ada sejumlah bendera parpol di acara deklarasi tersebut. Padahal menurut PD acara ini harusnya bebas atribut dari partai politik.(nr)

Terkait

Watch Dragon ball super