Home / Artikel / Aturan Keselamatan Kerja PPSU Belum Jelas, Apalagi Intake Gizi dan Kesehatan

Aturan Keselamatan Kerja PPSU Belum Jelas, Apalagi Intake Gizi dan Kesehatan

Jakarta, sketsindonews – Kinerja petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang menuai banyak apresiasi dari masyarakat di ibu kota, rupanya masih belum diimbangi dengan adanya aturan mengenai keselamatan kerja bagi mereka. Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sampai di tingkat kecamatan belum memiliki standard operating procedure (SOP) yang jelas mengenai kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi petugas PPSU.

Padahal, SOP K3 sangat diperlukan untuk menjadi pedoman kerja petugas PPSU di lapangan. Pasalnya, mereka sangat rentan mengalami kecelakaan atau cidera dalam melaksanakan tugasnya.

Menurut Kepala Seksi Lingkungan Hidup Kecamatan Cempaka Putih Yanti saat sosialisasi dengan para Anggota PPSU se – Kecamatan Cempaka Putih menjelaskan bahwa belum tersedianya SOP tentang K3 bagi PPSU, khususnya yang bertugas di Kecamatan Cempaka Putih akan berdampak buruk tidak hanya bagi keselamatan dan kesehatan petugas tapi juga terhadap keluarganya.

Selain itu, Yanti menambahkan bahwa dengan tidak tersedianya SOP tentang K3 tersebut membuat kesadaran petugas PPSU untuk mengenakan alat keselamatan kerja saat bertugas di lapangan sangat rendah. Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan pengamatannya di lapangan, sebagian besar petugas PPSU malas untuk mengenakan perlengkapan keamanan kerja saat bertugas di lapangan.

“Mereka merasa tidak perlu pakai perlengkapan keamanan kerja karena tugasnya hanya menyapu di jalan. Padahal resikonya sangat tinggi, mereka bisa saya keserempet kendaraan atau jatuh,” tuturnya.

Perempuan berkerudung tersebut menuturkan, selama ini tanggung jawab PPSU diatur dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 169 Tahun 2015 tentang penanganan prasarana dan sarana umum tingkat kelurahan. Juga dengan jutlak dan juknis yang ada di setiap kecamatan atau kelurahan.

doc.sketsindonews.com

Sementara Lurah Cempaka Putih Barat Fetaria kepada sketsindonews mengatakan, Peningkatan keselamatan kerja itu merupakan hal pokok, bukan hanya pada kisaran saat kerja, ujarnya.

Mengenai kaitan pengetahuan kerja juga harus diimbangi dengan sarana lain seperti persoalan kesehatan rutin anggota PPSU, yakni ; pemeriksaan rutinitas kesehatannya yang harus di fasilitasi dengan adanya kontrol kesehatan secara kontinyu, ujar Fetaria.

“Kami kerap lakukan meremainding (streeching) saat apel masalah kesehatan untuk mereka tidak merokok, kurangi kopi bahkan dianjurkan minum susu.”

Peningkatan intake asupan gizi mereka juga menjadi pemikiran bagi kami terkait dengan sumber pendapatan income dari sumber lain.

Kata Fetaria yang mempunyai back ground kesehatan ini kembali menyikapi saat ditanya income tambahan PPSU, menurutnya nilai tambahan melalui sedang dilakukan dengan usaha Bank Sampah dan Komposting yang nilai ekonomis serta bekerja sama dengan para PKL.

“Tugas in satu paralel dengan fungsi mereka sebagai tenaga profesi bidang kebersihan dan sampah.”

Mereka jemput sampah dari PKL yang nantinya di pilah sebagai hasil dari PPSU, yah mereka fokus 3 jam usai bekerja giat utama pembersihkan lingkungan.

Pengelola bank sampah kami sudah menunjuk personil PPSU yang sudah statis karena proses bank sampah perlu ketelitian (skill) pengelolaan dengan keberadaan lahan yang cukup.

Rencananya usaha tambahan ini dalam tambahan income PPSU terbagi 3 konsensus, yakni ; 30% untuk kepengelola 40% dibagi provite sesama Anggota dan 30 % untuk operasional, papar Fetaria.

reporter : nanorame

Check Also

Rabu Tertib : Pemuda “Cogan” Stress Meronta Diangkut Petugas, 9 Gelandangan Warga Daerah

Jakarta, sketsindonews – Gelandangan, pedagang asongan dan anak terlantar dalam giat Rabu Tertib Kecamatan Sawah …

Watch Dragon ball super