Home / Artikel / Awasi Komunitas Tawuran Anak, Warga Harus Antisipasi

Awasi Komunitas Tawuran Anak, Warga Harus Antisipasi

Jakarta,sketsindonews – Rembug Warga (3 pilar) di Kelurahan Utan Panjang Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat yang di hadiri oleh para tokoh masyarakat (Ketua RW) selain membahas masalah wilayah juga berkaitan dengan kantibmas.

Menurut Kanit Binmaspol Kemayoran Ipda Sugito menurutnya, wilayah Utan Panjang khususnya di Kecamatan Kemayoran telah muncul komunitas anak-anak (kelompok) yang bisa menimbulkan kerawanan sosial, tukasnya (7-12-2016)

Anak anak pelajar telah banyak membangun komunitas ini dengan komunikasi via celluair dalam menciptakan tawuran mereka.

Misalnya saja, kata Sugito ada beberapa kelompok yang tumbuh di Kemayoran seperti ; komunitas Bayonet (Utan Panjang) Delta (Serdang), Kabel, Bugis (Cempaka Baru), Kampir (Kampung Irian – Serdang). Komunitas ini biasanya mereka melakukan tawuran jelang dinihari jelang subuh dalam membuat komunikasi tawuran antar mereka.

“Kami terus monitor perkembangan ini, walau hingga saat ini kelompok itu masih bisa diatasi oleh aparat.”

Harapannya masyarakat untuk secara dini dalam menciptakan siskamling dan koordinasi di semua lini, paparnya.

Sementara Ketua RW 010 Jono mengatakan, bahwa diakuinya kelompok Bayonet itu pernah ada.

Namun kini sudah tidak terdengar, hingga komunitas ini pun sudah kita bubarkan oleh para Ketua RT, terang Jono.

Sementara Lurah Utan Panjang Etty Kusmiaty dalam pesannya mengatakan, bahwa masyarakat khususnya wilayah Kali Baru yang sudah di tata penertiban dan penataannya untuk tetap kita jaga.

“Jalan Kali Baru Timur selain nanti juga akan di bangun taman, fungsi itu menjadi jalan akses bagi kepentingan publik”, terang Etty.

Menyambut hal itu Sekertaris Kecamatan H. Syamsudin yang mewakili Camat Kemayoran Herry Purnama yang berhalangan hadir menyatakan, mari kita jaga akses jalan dalam upaya menaggulangi baik mempercepat penanggulangan terhadap bencana (kebakaran), dimana fungsi jalan menjadi sangat penting dalam percepatan penanganan, ujarnya

Jalan itu harus sesuai fungsi jalan bukan untuk berdagang, tentunya masyarakat juga yang harus menjaga fungsi asset dalam mengawasi serta mengoptimalkan kepentingan publik, kata Syam.(Nr)

Check Also

Bangunan 6 Lantai Hasil TSM di Kartini VIII Akhirnya di Bongkar Petugas Gabungan

Jakarta, sketsindonews – Bangunan 6 lantai tak berijin serta melanggar aturan di pemukiman padat oleh …

Watch Dragon ball super