Home / Tak Berkategori / Babak Baru Kasus Dugaan Notaris Gelapkan Uang Kliennya

Babak Baru Kasus Dugaan Notaris Gelapkan Uang Kliennya

Jakarta, sketsindonews – Seorang warga asal Glodok bernama Oki (30) menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Barat, terkait laporan yang dibuatnya pada tanggal 29 Maret 2022 lalu. Dirinya melaporkan oknum Notaris atas nama Ngadino karena merasa dirugikan.

Kuasa Hukum Oki, Jhon Saud Damanik mengatakan, pihaknya diperiksa penyidik Polres Metro Jakarta Barat sekitar dua jam.

“Tadi diperiksa sekitar dua jam, semua ditanyakan” kata Jhon kepada Sketsindo saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (6/4/22) malam.

Jhon menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh Ngadino terhadap kliennya.

“Jangan sampai gara-gara satu oknum, jadi mencoreng instansi Notaris” sambungnya.

Dia juga menambahkan pihaknya berencana melaporkan ini ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

“Rencana kami akan melaporkan ini ke Kemenkumham, karena ini dampaknya sangat besar kepada masyarakat” pungkasnya.

Sebelumnya, Jhon Saud Damanik mengatakan, pihaknya sudah bosan dengan janji-janji yang diberikan Ngadino kepada kliennya. Pasalnya, sudah satu setengah tahun tak kunjung menyelesaikan pekerjaannya, yakni peningkatan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) ke Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Awalnya Dia (Ngadino), menjanjikan proses tersebut satu bulan, tapi sudah satu setengah tahun belum dikerjakan sama sekali, kan sudah tidak benar kalau seperti itu” katanya kepada wartawan saat ditemui di Polres Jakarta Barat, Selasa (29/3/22).

Jhon berharap, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Ady Wibowo segera menindak oknum Notaris nakal, karena telah mencoreng marwah instansi Notaris.

“Saya berharap, Kapolres bisa segera memproses oknum Notaris yang nakal, karena bisa berdampak mengurangi rasa percaya masyarakat terhadap Notaris” ucapnya.

Untuk diketahui, Notaris Ngadino juga pernah ditangkap Polda Metro Jaya lantaran menggelapkan uang milik kliennya sekitar Rp. 1,5 miliar pada tahun 2016.

“Tersangka melakukan penipuan dan penggelapan dana milik korban yang diserahkan kepada tersangka selaku notaris untuk mengurus AJB (Akta Jual Beli),” ujar Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Budi Hermanto kepada, Jumat (39/1/2016).

Sementara, Ngadino membenarkan perihal dirinya pernah ditahan di Polda Metro Jaya atas perlakuannya terhadap kliennya tersebut.

“Betul, Udah beres itu, udah lama itu” katanya saat dihubungi Sketsindo, Senin (28/3/22).

Check Also

Kasus Tanah Di Palembang, Saksi : Sok Tau, Saya Gak Ada Hubungan Saudara!

Jakarta, sketsindonews – Sidang lanjutan gugatan dugaan sertifikat ganda tanah dan Bangunan di Kota Palembang, …

Watch Dragon ball super