Home / Hukum dan Kriminal / Babak Baru Sidang Pengeroyokan Yang Dilakukan Debt Collector

Babak Baru Sidang Pengeroyokan Yang Dilakukan Debt Collector

Denpasar, sketsindonews – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar menghadirkan dua orang saksi terkait kasus pengeroyokan dan penebasan yang dilakukan ketujuh orang terdakwa yang bekerja sebagai Debt Collector atau yang biasa disebut mata elang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (30/12/21).

Kasi Intel Kejari Denpasar, I Putu Eka Suyantha mengemukakan, kedua saksi tersebut yaitu, Rumanis dan Rifky Ramadan.

“Saksi tersebut merupakan saksi yang melihat dan mendengar pada saat kejadian di Kantor Debt Collector mata elang” kata Eka kepada Sketsindo saat dihubungi, Kamis (30/12/12) malam.

Dijelaskan Eka, saksi tersebut mengenal Benny Bakarbessy sebagai pemilik PT. Dan juga mengenal I Wayan Sadia setelah kejadian saat membawa parang.

“Saksi-saksi juga melihat kejadian pengeroyokan saat bersantai di teras Rumah setelah sholat, saksi melihat adanya pemukulan dengan kursi dan helm serta suara ribut-ribut di dalam PT.” ucapnya.

Kemudian, jelas Eka, (saksi) hanya mendengar suara kaca pecah yang dilanjutkan dengan berlarinya korban yang salah satu korban yang sudah berdarah di kepala sedang berlari kearah banjar sambil dikejar oleh terdakwa beramai-ramai yang diselingi dengan teriakan habisi, bunuh dia!.

Sementara saksi atas nama Rifky Ramadan memberikan keterangan yang pada intinya menerangkan bahwa saksi mengenal beberapa terdakwa, sisanya hanya mengetahui tanpa pernah bertegur sapa.

“Pada saat kejadian saksi sedang makan siang, kemudian mendengar adanya keributan sehingga saksi langsung keluar menuju kedepan rumah dan melihat antara korban dan terdakwa sudah berkelahi hingga ada yang luka-luka” tambah Eka.

Serta saksi juga melihat diantara terdakwa dan korban yang berlari menuju jalan, salah satu dari mereka ada yang keluar sambil dipiting.

“Setelah kejadian ribut-ribut, saya (Rifky) melihat Josh kembali dan bertanya ada kejadian apa tadi, Josh Bush hanya mengatakan Kantor diserang, serta saudara Josh Bush menyampaikan dia dipukul karena menepis kamera korban saat mau direkam.” pungkasnya.

Diketahui, ketujuh terdakwa yaitu, I Wayan Sadia (39), Benny Bakarbessy (41), Jos Bus Likumahwa (30), Fendy Kainama (31), Gerson Pattiwaelapia (33), I Gusti Bagus Christian Alevanto (23), dan Dominggus Bakarbessy (23).

Dalam persidangan, terdakwa Wayan Sadia (berkas terpisah) menjalani sidang dakwaan terlebih dahulu. Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ida Bagus Putu Swadharma Diputra, terdakwa Wayan Sadia dikenakan dakwaan tunggal pasal 338 KUHP.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Terhadap dakwaan JPU tersebut, Wayan Sadia melalui tim penasihat hukumnya mengajukan eksepsi atau keberatan.

“Kami mengajukan keberatan, Yang Mulia,” ucap anggota penasihat hukum terdakwa Wayan Sadia dari balik layar monitor kepada majelis hakim pimpinan I Putu Suyoga. (Fanss)

Check Also

Mau Safari Sholat Jum’at, Anggota Sat. Binmas Polres Sampang Dan Masyarakat Tangkap Tahanan Kabur Dari Rutan Kelas IIB Sampang

Sampang, sketsindonews – Kapolres Sampang AKBP Siswantoro S.IK, MH melalui Kasi Humas Polres Sampang Ipda …

Watch Dragon ball super