Home / Artikel / Ini Bantahan Kami, Sudah 2 Alat Bukti Dalam Kasus Pencabulan

Ini Bantahan Kami, Sudah 2 Alat Bukti Dalam Kasus Pencabulan

Jakarta, sketsindonews – Sehubungan dengan adanya pemberitaan yang di sampaikan Kuasa Hukum Terdakwa Ustad Ali Akbar yang di duga melakukan tindak asusila terhadap ” KP ” berusia 7 tahun dimana proses persidangan sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

LBH Mawar Sharoon selaku Kuasa Hukum korban atas orang tuanya KP, Maria Cristiati menyampaikan dalam Press Release di Kantor Mawar Sharoon di Jakarta Utara,Kamis (9/2)

Bahwa Kliennya KP yang berusia 7 Tahun adalah anak korban dengan tindak pidana perbuatan pencabulan yang di lakukan terdakwa.

Adapun laporan polisi atas tindak pidana tersebut di laporkan sejak tanggal 31 Mei 2016 yang di sidik di Polres Jakarta Timur yang sudah memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Penyidikan yang di lakukan Polres Jakarta Timur telah menemukan setidaknya dua alat bukti yang cukup sehingga menetapkan sebagai tersangka saudara Ali Akbar.

Perbuatan yang di lakukan terdakwa jelas merupakan tindakan yang sangat keji,di mana saat ini Pemerintah sedang melakukan usaha keras guna menghapuskan tindakan seksual terhadap anak dibawah umur.

Berdasarkan konsideran Peraturan Pemerintah pengganti Undang-undang No.1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak juga mengkatagorikan kekerasan seksual terhadap anak sebagai kejahatan serius dan masif.

Menurut hemat kami terkait ” korban salah tangkap” yang di sampaikan Kuasa Hukum Terdakwa, penyidik Polres Jakarta Timur  telah melakukan tugasnya dengan profesional dengan berpegang pada asas kepentingan terbaik bagi anak,hingga di limpahkannya perkara ini ke Pengadilan.

Bahwa apabila ada keberatan baik terdakwa/Kuasa Hukum terkait penetapan sebagai tersangka maka seharusnya langkah yang di tempuh pra peradilan sebagai law enforcement penegakan hukum secara adil.

Pencabutan keterangan dalam BAP tahap 2 di Kejaksaan bersama ini kami perlu luruskan bahwa terdakwa awalnya pada saat pemeriksaan tersebut dindampingi oleh Kuasa Hukum mengakui seluruh perbuatannya dalam BAP sebagai tersangka.

Namun anehnya saat ini telah berganti Kuasa Hukum tiba-tiba mencabut keterangannya namun sekalipun terdakwa mencabut segala keterangan maka pembuktian adalah persidangan yang akan membuat terang perkara dengan bukti-bukti dan saksi-saksi.

Terkait Isu Sara, kami menegaskan bahwa sebagai warga Negara Indonesia, kita semua termasuk terdakwa haruslah di perlakukan sama di muka Hukum.

Justru keterangan dari Kuasa hukum terdakwa yang mencoba mengkaitkan perkara dengan melempar isu sara harus di waspadai dan di antisipasi sejak dini untuk menjaga Independensi lembaga pengadilan dalam hal ini Majelis Hakim pada perkara persidangan ini dengan bebas tanpa adanya intimidasi dari pihak manapun apalagi dengan mengaitkan isu sara dalam perkara ini.

Dalam perkara ini kami, sudah melibatkan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan dalam masalah kekerasan seksual terhadap anak diantaranya KPAI, Kemensos, Kementerian Perlinduangn Perempuan dan Anak dan P2TP2A, yang pada pokoknya merekomendasikan agar terdakwa di hukum maksimal sesuai dengan pasal 82 ayat 1 dan ayat 2 Perppu No.1 tahun 2016 yang telah dinundangkan menjadi UU No17 tahun 2016  tentang perubahan  kedua atas undang -undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.(@D2)

Check Also

Pemuda Kurus Kerap Bikin Ulah, Polisi Tembak Kaki si Pelaku

Medan, sketsindonews – Meski masih tergolong muda namun pemuda kurus jangkung bernama Muhammad Jefri (21) …

Watch Dragon ball super