“Behind Scene” Pilikawe 09 Demokratis Kelurahan Kebon Kacang, Siapa Dia..

Jakarta,sketsindonews – Sukses Pilikawe (Pemilihan RW) 09 Kelurahan Kebon Kacang Kecamatan Tanah Abang sebuah prestasi dari seluruh peran masyarakat dan pemerintah mulai Kecamatan dan Kelurahan untuk menuntaskan persoalan pelik yang tak pernah selesai.

Dimana penyelenggaraan pemilihan RW secara langsung pada hari Minggu 29 September 2019 akhirnya mendapat pujian dari berbagai kalangan warga dan pemerintah.

Deadlock selama 2 tahun bukan suatu mudah menuntaskan konflik karena dinamika masyarakat saling ngotot karena tak memahami aturan selain terkontaminasi oleh perrmainan kotor pendidikan demokrasi.

Pertanyaan siapa dibalik sukses “Behind Scene” ini mampu menggerakan netralitas selain mampu menggiring pembenaran aturan. Selidik punya selidik ternyata sosok Sekretaris Kelurahan Kebon Kacang “Nani” lah proses pemilihan RW dari mulai benang kusut di urut ulang walaupun banyak tekanan, namun bisa menjadikan eksistensi pembelajaran bagi seluruh komponen, ujar Hesti Kamal (34) warga Kebon Kacang.(2/10)

“Intervensi dan bagaimana skenario yang dialami Nani dapat di tepis secara tegas dengan pemguasaan aturan main selain panitia pemilihan solid untuk menyelesaikan berbagai fungsi tahapan demi tahapan di lakukan secara terbuka dalam proses pemilihan mulai Tatib, pencoblosan dan penghitungan suara”.

Kata Hesti, akhirnya warga dan para kepentingan menjadi hilang akal dengan sosok Sekel Nani cara penyelesaiankan kadang hingga larut menuntaskan problematika “benang kusut” untuk sebuah sukses pemilihan demi citra Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Faktanya, eforia pemilihan sungguh luar biasa warga masyarakat memuji tingkat penyelenggaraan Pilikawe 09 hingga Walikota Jakarta Pusat Bayu Meghantara sangat respect melihat langsung hasil dari sebuah pentas demokrasi gerakan masyarakat yang diatur dalam sebuah mekanisme aturan main oleh team panitia pemilihan secara baik.

Sementara Sektaris Kelurahan Kebon Kacang Nani ketika ditanya sketsindonews mengatakan, kami bersama tim panitia hanya bekerja pada prinsipnya dengan berbagai cara menyelesaikan yang diakuinya bukan perkara mudah.

Tapi kami yakin, karena prinsip lurus kami bagaimana mengantarkan proses pemilihan dengan baik walaupun dengan rangkaian tekanan.

Kami hanya berprinsip warga semua yang menilai bukan para petualang konflik, kami pun juga lakukan hal sama bagaimana mengatur pengelolaan konflik menjadi sebuah pembelajaran warga Kebon Kacang, tutup Nani.

nanorame