Home / Berita / Besok Aksi “105 WATT” Tolak Kenaikan Tarif Listrik
Ilustrasi Aksi Buruh. (Foto: Tribun)

Besok Aksi “105 WATT” Tolak Kenaikan Tarif Listrik

Jakarta, sketsindonews – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan aksi yang disebut: AKSI 105 WATT.

Disebut AKSI 105 WATT karena aksi ini dilakukan pada tanggal 10 bulan Mei di DPR RI untuk menolak kenaikan tarif dasar listrik (TDL).

Buruh menilai Pemerintah tidak sensitif terhadap beban hidup masyarakat. Apalagi kenaikan ini dilakukan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya. Sehingga bisa dipastikan harga pokok akan semakin melambung tinggi akibat pemerintah tidak bisa mengendalikak harga-harga, seperti bawang putih, minyak goreng, daging. Ditambah dengan kenaikan tarif dasar listrik, maka beban masyarakat akan semakin berat.

Menurut Presiden KSPI yang juga presiden FSPMI, kenaikan harga listrik menurunkan daya beli buruh hingga 20 persen.

Ditambah dengan adanya kenaikan harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi, daya beli buruh turun diperkirakan menjadi 30 persen. Dengan demikian gaji buruh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sebulan sehingga harus berhutang. “Ibaratnya gali lubang tutup lubang,” kata Iqbal.

Kalaupun ada THR pada hari raya nanti, itu digunakan untuk membayar hutang dan biaya transportasi untuk pulang kampung. Jadi kehidupan kaum buruh tidak pernah berubah.

Oleh karena itu, keputusan pemerintah menaikkan harga listrik sangat tidak masuk akal dan merupakan kebijakan yang liberal. Kebijakan ini hanya untuk menutupi defisit anggaran PLN yang terus berugi.

Dalam hal ini, buruh menilai Pemerintah tidak kreatif dalam menyiasati kerugian PLN tersebut. Misalnya dengan melakukan konversi bahan bakar pembangkit listrik dari solar ke batubara, efisiensi terhadap over head cost dari PLN, dan restrukturisasi aset PLN.

“Ketimbang hanya menaikkan harga listrik seperti layaknya rentenir terhadap rakyat kecil dan buruh, mustinya PLN melakukan langkah-langkah efisiensi,” kata Iqbal.

Aksi 10 Mei nanti yang akan dilakukan di beberapa kota besar adalah awal dari rangkaian aksi yang terus menerus akan diperjuangkan oleh kaum buruh dan mahasiswa dengan membawa tuntutan tolak kenaikan harga tarif dasar listrik 900 VA dan HOSJATUM (Hapus OutSourcing dan pemagangan – JAminan sosial: jaminan kesehatan gratis untuk sekuruh rakyat dan jaminan pensiun buruh sama dengan PNS/TNI/Polri – Tolak Upah Murah: cabut PP 78/2015) yang sudah disuarakan pada saat Mayday. (Eky)

Check Also

SBY WO Saat Deklarasi Kampanye Damai, Protes KPU Atribut Partai Dukungan

Jakarta, sketsindonews – Acara kampanye deklarasi pemilu damai yang di gelar KPU Nasional dalam rangka mendukung sukses penyelenggaraan pemilu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meninggalkan lapangan Monas saat acara dimulai.

“Nggak ada, jangan lebay lah,” kata Budi di Monas, Jakarta Pusat, ujar Budi Arie Ketua Projo.

Pokoknya itu tidak benar Budi nyarakan, tidak ada provokasi dari pihaknya. Dia memastikan relawannya hanya melakukan deklarasi damai.

deklarasi.kampanye.damai.thamrin.doc

“Nggak ada provokasi, ini kan kampanye damai,” sebutnya.

Sebelumnya, SBY WO karena merasa diperlakukan tidak adil. SBY WO bersama Ani Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Edhie Baskoro Yudhoyono pergi di tengah acara.

 

Ada juga atribut partai pendukung pro-Jokowi yang diprotes SBY. Presiden RI ke-6 itu pun akan melayangkan protes resmi ke KPU.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,”

Karena merasa aturan tidak ditegakkan, SBY yang kebetulan bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kemudian meninggalkan acara. SBY akan melaporkan hal tersebut ke Bawaslu.

“Ini dianggap ketidakadilan oleh Pak SBY,” jelasnya

Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Hinca merasa pihak KPU telah melanggar aturan yang dibuat oleh lembaga itu sendiri. Yakni terkait tak adanya atribut partai yang dibawa saat acara deklarasi digelar.

“Partai Demokrat protes keras, Pak SBY juga turun dari barisan karena melihat banyak sekali aturan main yang tak disepakati,” kata Hinca.

SBY pun kemudian menitipkan Partai Demokrat dan Kader yang masih di lokasi kepada Hinca untuk dihandle hingga acara selesai berlangsung. Namun pihaknya belum sempat ikut tanda tangan deklarasi.

“Iya beliau pun langsung titip ke saya selaku Sekjen,” katanya.

Pantauan di lokasi memang ada sejumlah bendera parpol di acara deklarasi tersebut. Padahal menurut PD acara ini harusnya bebas atribut dari partai politik.(nr)

Terkait

Watch Dragon ball super