Home / Artikel / Bongkar Kasus Pembobolan 1,47 T, Naik Promosi 2 Tingkat di Kejati DKI

Bongkar Kasus Pembobolan 1,47 T, Naik Promosi 2 Tingkat di Kejati DKI

Jakarta, sketsindonews – Usai bongkar kasus pembobolan uang sebesar 1,47 triliun, dua Kasubdit pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), kabarnya kini telah dipromosikan dua tingkat di atas jabatannya atau mendapat kenaikan pangkat istimewa menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) dan Asisten Intelijen (Asintel) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta.

Kedua pejabat eselon tiga itu, adalah Yulianto SH. MH, dengan kenaikan pangkat dirinya kini sebagai Asintel, yang sebelumnya Kasubdit Tindak Pidana Korupsi dan Pencucian uang pada Direktorat Penyidikan menggantikan Bangkit Hariyanto.(14/2)

Sementara Rudi Margono dengan kenaikan pangkat dirinya kini sebagai Aspidsus, sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Tindak Perpajakan dan Pencucian Uang pada Direktorat Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) menggantikan Sarjono Turin.

Kenaikan pangkat istimewa ini bukanlah hal baru dalam sutu institusi. Karena sebelumnya pernah diberikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Pusat, Didik Istiyanta yang pernah langsung dipromosikan ke eselon dua dari eselon tiga, sebagai Koordinator di Jampidsus tanpa bantuan karena salah satu Kejaksaan Tinggi (Kejati).

Praktik ini sudah ada jurisprudensi saat Kajari Jakpus Datas dipromosi menjadi Koordinator di Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) era Jaksa Agung Basrief Arief.

Maka tak heran, kalau Yulianto dan Rudi banyak dikenal memiliki kepribadian pekerja keras, maka tak heran kalau kedua berhasil membongkar kasus dugaan pembobolan uang yang terdapat pada Bank Mandiri oleh PT Amarta Tirta Bottling (TAB) sebesar Rp1,47 triliun dan telah menetapkan empat tersangka. Diantranya, terdiri dari Dirut PT TAB dan Pejabat Bank Mandiri dalam kapasitas pengusul, tapi terlanjur dipindah sebelum panggul pemutus mega kredit.

Promosi kedua pejabat ini bagian dari 40 pejabat eselon tiga yang dipromosi sesuai keputusan Jaksa Agung Nomor: KEP-! V-051 / C / 02/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dari Dam Dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksaan, yang ditandatangano oleh Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Waluyo, Senin (5/2).

Pejabat lain, adalah Agus Winoto dipromosi sebagai Asisten Pidana Umum (Aspidum), sebelumnya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandung. Anso Dharmawangsa (Kabag TU Sekretariat Jampidsus) sebagai Kajari Pare Pare, Sulsel.

KAJAKSAAN TINGGI JAKARTA BARAT

Sedangkan untuk Jaksa Penuntut Umum Nomor: KEP-030 / A / JA / 02/2018, adalah Sarjono Turin (Aspidsus Kejari DKI) menjadi Koordinator pada Jampidsus.

Turin, adalah mantan Kasibdit Korupsi dan Pencucian Uang yang sempat menjabat sebagai Kajari Jakarta Selatan, lalu Aspidsus Kejati DKI dan baru Koordinator.

Raja Nafrizal sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jabar, Ade Eddy Adhyaksa (Kajati Kalsel), Ely Syahputra (Kajati Kaltim), Tarmizi (Kajati Sulsel), Asri Agung Putra (Kajati Kepri), Firdaus Dewilmar (Kajati Gorontalo).

Lalu, Gery Yazid (Wakajati Sulsel) Tedjo Lekmono sebagai Karo Umum pada Jambin (Jaksa Agung Muda Pbinaan), M. Dofir (Kajati NTB) dan Didik Istiyanta (Wakajati Jabar) dan Hari Setiyono sebagai Wakajati Sumsel.

reporter : erfan pratama

Check Also

Sangat Sulit LHP DKI 2018 Dapat WTP Dari BPK

Jakarta, sketsindonews – Pengamat kebijakan publik Amir Hamzah memprediksi opini yang diberikan Badan Pemeriksa Keuangan …

Watch Dragon ball super