Home / Berita / Bos First Travel Tunjuk Kuasa Hukum Baru Hadapi Tuntutan JPU

Bos First Travel Tunjuk Kuasa Hukum Baru Hadapi Tuntutan JPU

Depok, sketsindonews – Pengadilan Negeri Depok  hari senin (7/5) akan mengagendakan sidang tuntutan, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Heri Jerman dan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Sobandi memberi waktu dua minggu kepada jaksa untuk menyampaikan tuntutannya pada sidang pemeriksaan terdakwa senin (23/4) yang lalu.

Terdakwa Andika Surachman dan isterinya Anniesa Desvitasari Hasibuan bos first travel dalam mempertahankan pembelaannya dengan telah munjuk kuasa hukum baru Ferdinand Montororing untuk memperkuat tim pengacara yang ada.

Merespon hal itu,  Ferdinand Montororing yang juga seorang dosen di Universitas Mpu Tantular membenarkan telah menandatangani surat kuasa pada (30/4) yang lalu dan sudah didaftarkan di kepaniteraan pengadilan negeri Depok.

Menurut dirinya sebetulnya ada kesalahan Kementerian Agama yang terburu-buru mencabut izin First Travel dan penyitaan aset oleh Bareskrim sehingga jadwal pemberangkatan berantakan.

Ferdinand mengaku pihaknya telah membuat dan menyusun sejumlah strategi dalam menghadapi tuntutan JPU besok.

“Kamis kemarin surat kuasa telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Depok, dan sejumlah strategi dalam pembelaan pun sudah saya susun,” ujar Ferdinand saat dihubungi di Jakarta,  Minggu (6/5).

Menurut Pakar Hukum pidana sekaligus akademisi dari Universitas Mpu Tantular ini menyampai sejumlah  sangkaan yang disampaikan oleh Jaksa kepada media memiliki beberapa ruang celah yang sebenarnya merugikan kliennya.

“Kami memiliki sejumlah catatan dari pernyataan JPU kemarin yang sesungguhnya  tidak ada kaitan dalam perkara ini yang malahan membuat rugi klien kami,  jadi tinggal tunggu pembelaan dari kami,” pungkas Ferdinand.

Terkait perkembangan kasus yang diduga telah merugikan ribuan jamaah ini, Ferdinand enggan berkomentar karena ada beberapa hal yang belum dapat disampaikan hingga sidang pembelaan nanti.

“Ditunggu saja, saya tidak mau terlalu sesumbar agar perkara ini tetap fokus bukan sebaliknya yakni banyak hoax yang beredar,” tegas Ketua LBH Ampera ini.

Andika Surachman dan isterinya Anniesa Desvitasari Hasibuan di dakwa dengan pasal berlapis pasal 378, 372 KUHP dan pasal 3 UU TPPU yang ancaman hukumannya 20 tahun.

Andika Surachman pengendali bisnis umroh telah meraup Rp 905 milyard lebih uang jamaah umroh dan terdapat 63 ribu jamaah urung diberangkatkan.

 

(Red)

Check Also

Presdir PT Goodyear Dipecat, Kuasa Hukum Sebut Melanggar Aturan Tbk

Jakarta, sketsindonews – Presiden Direktur PT Goodyear Indonesia TBK, Loi Siew Kee atau Allan Loi …

Watch Dragon ball super