Bupati Sumenep Anggarkan Rp2,5 Miliar untuk Antisipasi Corona

Jakarta, sketsindonews – Bupati Sumenep Busyro Karim menyiapkan anggaran dana Rp2,5 miliar untuk antisipasi penanganan virus corono Covid-19. Anggaran tersebut dipastikan mendahului perubahan APBD Sumenep 2020.

Menurut Busyro, rencana penanganan corono sudah dikoordinasikan dengan DPRD Sumenep. Berharap dengan penggunaan anggaran ini, masyarakat di Kota Keris yang terduga dan terindikasi dapat ditangani baik oleh pemerintah melalui tim yang dibentuknya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPRD karena harus mendahului perubahan APBD,” kata Busyro, Senin (23/3/20).

Selain penyiapan anggaran, Busyro juga akan membentuk tim khusus yang menangani corona Covid-19. Tim ini akan disiagakan di rumah sakit dan puskesmas di tiap kecamatan. Kemudian menginformasikan segala aktivitas masyarakat dan gejala kesehatannya.

Tim Covid-19 ini dipastikan akan cepat bergerak ketika mengetahui ada tanda atau munculnya virus corono. Saran Busyro, masyarakat agar tidak panik dengan membiasakan hidup bersih agar tidak terinfeksi penyakit.

“Pemerintah sudah maksimal mengantisipasi. Di rumah sakit sendiri disiapkan ruang isolasi sejak beberapa hari lalu,” ujarnya.

Meski demikian, Busyro berharap ruang isolasi yang disediakan di rumah sakit itu tidak pernah dipakai. Sehingga tidak ada masyarakat yang divonis menderita corona.

Sekedar diketahui, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengumumkan hingga kini jumlah warganya yang terkonfirmasi positif corona secara kumulatif menjadi 26 orang.

Khofifah menyebut penambahan pasien paling banyak terjadi di Surabaya, yakni sebanyak 20 orang. Sebelumnya pasien positif corona di kota yang dipimpin Tri Rismaharini itu hanya 13 orang.

Ia menyatakan pasien baru positif corona ditemukan di Kabupaten Magetan sebanyak 3 orang dan Sidoarjo 1 orang. Sementara kasus di Malang Raya masih tetap 2 orang.

(nru/pwk)