Back

Media Terpercaya

Ciutan Warga Nilai Lurah, Kok Beda Banget

Jakarta, sketsindonews – Posisi 2 Lurah di Jakarta Pusat kini kosong, masing – masing Kelurahan Bungur Kecamatan Senen dan Kelurahan Gunung Sahari Selatan Kecamatan Kemayoran.

Diketahui kedua pemimpin di wilayah tersebut telah masa purna bhakti (pensiun) sejak seminggu yang lalu, saat ini posisi itu belum terisi oleh pamong Lurah alias kosong menunggu pelantikan dan pengangkatan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Sebagai kilas balik posisi Lurah belum lama ini dilantik serta pencopotan lurah dibeberapa wilayah Kota Jakarta Pusat.

sketsindonews.com mencoba berinteraksi serta menemui banyak cerita dari warga terkait para Lurah memunculkan kekecewaan warga atas jabatan Lurah baru diwilayahnya yang menurut warga justru mengalami kemunduran cara berinteraksi dibandingkan lurah sebelumnya.

Kondisi ini wajarkah atau hanya karena faktor komunikasi yang memiliki gaya berbeda karakter sehingga berdampak gairah wargapun berbanding terbalik apa yang diharapkan dan fakta kenyataan dilapangan seperti itu.

Tercatat seperti Lurah di Kecamatan Johar Baru, Kecamatan Menteng dan Kecamatan Kemayoran ciutan warga begitu beragam.

“Sebaiknya dalam kedudukan untuk mengangkat lurah dalam satu wilayah pihak Kepala Kantor Kepegawaain (K3) maupun Kepala Kantor Tata Laksana, Kabag Tapem harus jeli melihat figure dan kemampuan posisi untuk penempatan calon Lurah pada satu wilayah,” ujar seorang sumber yang enggan identitasnya diungkapkan, Selasa (10/3/20).

“Camat diwilayah sebaiknya juga meminta baperjakat dalam memberikan masukan, siapa layak secara kepangkatan, kemampuan bukan karena tak mampu tapi carmuk bisa naik,” sarannya.

Hal lain juga diungkapkan oleh warga ditempat lain terkait kondisi lurah yang takut dengan RW, belum lagi ada lurah tidak bisa menempatkan diri dalam melakukan profesi pamong untuk bisa melakukan penyesuaian berinteraksi dengan warga.

“Masa 3 bulan berselang buat kami sudah cukup tapi kalo lurahnya seperti itu dan hanya dekat dengan pimpinan ngomong “sebakul” tapi tidak realistis, itu akan terlihat dan menjadi pergunjingan, wajar saja warga menilai,” ujar warga Kemayoran yang juga tak mau disebut identitasnya.

(Nanorame)

About the Author /

Pimpinan Perusahaan SketsIndo Juni 2016.