Home / Tak Berkategori / Dandim 0503/JB,Kenapa kita tak bangga dengan Negara sendiri

Dandim 0503/JB,Kenapa kita tak bangga dengan Negara sendiri

Jakarta, sketsindonews – Dandim 0503/Jakarta Barat (JB) Letkol Inf. Wahyu Yudhayana memberikan wawasan kebangsaan penangkalan Proxy War kepada stake holder serta para mitra Garnisun Jakbar.

Wawasan ini disampaikan Letkoll Wahyu dalam seminar yang diadakan PT.SAP di gedung wisma SAP (Sejahtera Anugerah Pratama). Jalan Panjang, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakbar, Jumat (18/11) malam.

Wahyu Yudhayana mengatakan, produk minyak bumi menurun, pertumbuhan penduduk masyarakat di dunia semakin bertambah banyak, sehingga tantangan ekonomi ditahun 2016 mengalami pelambatan ekonomi global dan rendahnya daya beli Masyarakat.

“Untuk itu kita harus menjaga kekayaan alam Indonesia ini,” ujarnya.

Proxy War menurut Wahyu digunakan oleh negara agresor untuk menguasai sumber daya alam, juga digunakan untuk menghindari konfrontasi secara langsung dan mengurangi resiko konflik yang beresiko pada kehancuran fatal.

“Lokasi yang paling banyak menyimpan sumber daya yaitu equator, jangan sampai ada peperangan di daerah equator karna bisa bahaya, maka dari itu kita harus sama-sama menjaga equator ini,” pintanya.

Bonus demografi, usia produktif lebih banyak dari pada usia non produktifnya dan bila tdk di atur atau diantisipasi oleh pemerintah maka akan menjadi malapetaka.

Bentuk-bentuk Proxy War yaitu gerakan sparatis, demontrasi massa, sistem regulasi yang merugikan, pemberitaan media yang provokatif, perederan narkoba, tawuran pelajar, bentrok antar kelompok dan penyebaran pornografi.

“Yakinkan orientasi bisnis anda ada kontribusinya untuk bangsa dan Negara.
Proxy war adalah perang tanpa menggunakan tangannya sendiri untuk Negara lainnya,” papar Wahyu Yudhayana

Bangsa lain, tambahnya senang dengan negera Indonesia,tetapi kenapa kita tidak bangga dengan negara sendiri. Karena negara Indonesia adalah negara majemuk, banyak suku, adat dan agama dengan perbedaan bukanlah menjadi masalah tetapi seharusnya bisa menjadi saling menjaga.

“Tekankan makna Bhineka Tunggal Ika, karena Negara Indonesia adalah negara yang kaya dan strategis,” jelasnya.

Penutup, Letkol Inf Wahyu Yudhayana mengingatkan dengan mengutip kata semboyan dari Presiden RI pertama Ir.Sukarno yang mengatakan bahwa suatu saat negera-negara lain akan cemburu dengan negeri Indonesia. Dan pesan Presiden Jokowi yang mengatakan, dengan banyaknya kekayaan dalam negeri maka akan menjadi suatu petaka.

Sementara Itu, Syaikh Saadih Al Batawi menyampaikan, majelis yang dipimpinnya ada di puri Kembangan karena Saadih merupakan putra asli Betawi, yang suka berbisnis.

Diakhir sambutanya Saadih berpesan agar jangan suka menghina agama, karena agama jika dibawa-bawa dalam hal apapun bisa menjadi permusuhan yang menimbulkan kerusuhan antar umat beragama di masyarakat.

Karena Itu dirinya berterima kasih kepada PT.SAP yang peduli sudah mengadakan acara ini.kata KH.Saadih yang menutup sambutanya dengan berkata NKRI harga mati.

Turut hadir pada acara itu, Kasubgar 0503/JB Mayor Inf Mulya, Danramil 05/KJ Kapten Inf Sunarjo, Pasiops Subgar 0503/JB Kapten Inf Sucipto, Pasimin Subgar 0503/JB Kapten Lek Damanik, Mitra Garnisun, Ormas KBPPP (keluarga Besar Putra Putri Polri), tokoh Agama dan juga Tokoh Masyarakat Jakarta Barat. (Eva Andryani)

Check Also

Salam Kopi Joni : Satgas UPK Kebersihan Minta SK Dinas LH DKI di Revisi

Jakarta, sketsindonews – Sebuah Video berdurasi 2 menit beredar di dunia maya terkait staff UPK …

Watch Dragon ball super