Home / Berita / Database Pelatih Lemah, Kemenpora Gelar Pelatihan Panahan

Database Pelatih Lemah, Kemenpora Gelar Pelatihan Panahan

Yogyakarta, sketsindonews – Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar pelatihan khusus untuk para pelatih cabang panahan. Pelatihan kondisi fisik untuk sertifikasi internasional cabang panahan tersebut digelar di Yogyakarta mulai 21 – 27 November 2016.

Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Kemenpora Marheni Dyah Kusumawati saat membuka pelatihan, Senin (21/11) malam, menyebutkan, banyak pelatih di Indonesia yang masih menggunakan metode konvensional dan belum menerapkan sains terbaru di bidang ilmu keolahragaan. Hal itu yang mendorong Kemenpora menggelar pelatihan bekerjasama dengan cabang olahraga.

“Pelatih-pelatih sampai saat ini masih banyak yang belum menggunakan pengetahuan dan teknologi. Mereka hanya belajar dari pengalaman, pengalaman dan pengalaman mereka selama ini saja. Ini yang menjadi concern Asdep bidang Peningkatan Tenaga bagaimana kami meningkatkan kompetensi baik itu bahasa, IT, dan kini juga kondisi fisik,” katanya kepada sketsindonews.com

Pelatihan yang diikuti 35 pelatih dari berbagai Pengprov Persaruan Panahan Indonesia (Perpani) di Indonesia ini selain bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih juga menyiapkan pelatih yang mampu menelurkan bakat-bakat potensial di cabang panahan. Marheni mengakui sampai saat ini Kemenpora kesulitan untuk menyusun database pelatih.

“Sebenarnya kami itu ingin bertanya kepada PB (Pengurus Besar) berapa sih pelatih yang ada? Berapa sih pelatih yang sudah memiliki sertifikasi nasional, berapa yang internasional, atau berapa yang belum punya sertifikasi sama sekali? Tapi, kami tidak pernah bisa mendapat data itu, padahal kami sudah mengajukan permintaan ke PB berulang kali,” tutur dia.

Marheni menambahkan cabang panahan menjadi salah satu prioritas yang wajib dikembangkan atas instruksi Presiden Joko Widodo setelah Indonesia mampu kembali mengirimkan atlet di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

“Kenapa kami pilih panahan? Sudah beberapa kali kami menawarkan ke PB-PB yang ada tapi nggak ada yang mau. Akhirnya panahan bersedia, dan apalagi cabang panahan kini menjadi prioritas atas perintah langsung Pak Presiden Joko Widodo,” paparnya.

Suyadi Prawiro selaku Kepala Bidang Pelatih pada Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan mengakui sulitnya berkoordinasi untuk mencari database pelatih di Indonesia. Padahal, peran pelatih sangat strategis untuk pembinaan prestasi olahraga Indonesia.

“Sampai saat ini hanya PB PBSI dan Perpani saja yang punya data yang bagus,” ungkap dia usai pembukaan yang berlangsung di UNY Hotel.

Suyadi menambahkan, pada pelatihan yang digelar satu pekan di Jogja ini, para pelatih yang lolos seleksi dan mengikuti pelatihan akan diampu langsung oleh pelatih panahan asal Korea. Diketahui bersama, Korea Selatan merupakan salah satu negara pencetak atlet panahan handal. Juara dunia putra panahan saat ini pun berasal dari Negeri Gingseng itu.

Sementara itu, Sekjen PP Perpani Alman Hudri mengapresiasi langkah Kemenpora yang membantu Perpani dalam rangka peningkatan kompetensi pelatih.

“Presiden sendiri menyatakan panahan menjadi salah satu cabang olahraga yang menjadi prioritas untuk dikembangkan. Saya pikir tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak mau maju dan berprestasi. Sebab itu, saya berpesan agar para peserta yang ikut harus mampu menyerap ilmu sebaik-baiknya,” tandas Alman. (Dwi/Kumara)

 

Check Also

Sistem Peradilan Berbasis Teknologi, Bantu Masyatakat Pantau Proses Hukum

Jakarta, sketsindonews – Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) menisiasi Penandatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) sistem …

Watch Dragon ball super