Home / Artikel / Diduga Ada Main Dalam Pengadaan Batik Pemkab Bekasi
Foto Istimewa Koordinator Investigasi Center Budget For Analysis, Jajang Nurjaman. (Dok. Pribadi)

Diduga Ada Main Dalam Pengadaan Batik Pemkab Bekasi

Jakarta, sketsindonews – Koordinator Investigasi Center Budget For Analysis (CBA) Jajang Nurjaman mengungkapkan bahwa antara hari kamis dan jum’at, kalau kita main ke lingkungan pemerintah kabupaten bekasi, akan dijumpai para pegawainya mengenakan batik. Hal tersebut sudah menjadi aturan di Pemkab Bekasi.

Nampaknya Pemkab Bekasi, menurut Jajang melalui Badan Perlengkapan cukup serius dalam menjalankan aturan tersebut, hal ini terlihat dari salah satu programnya di tahun 2016 yakni Pengadaan bahan batik untuk staf Pemkab Bekasi. “Bagaimana tidak serius anggaran yang disiapkan sangat fantastis sebesar Rp3,977,127,000,” ungkap Jajang melalui pesan WhatsApp, selasa (4/4).

Dijelaskan bahwa uang miliaran tersebut disiapkan untuk membeli pakaian batik sebanyak 13,391 Pcs, “jelas sudah Neneng Hassanah ingin semua stafnya memakai batik baru agar terlihat rapi dan enak dipandang masyarakat, “mungkin.”,” ujarnya.

Namun, setelah ditilik lebih dalam, pihaknya menemukan hal yang lain. Tercium aroma tak sedap dari proyek Pengadaan batik untuk staf Pemkab Bekasi.

Jajang mencoba menjabarkan bahwa yang memenangkan proyek Pengadaan bahan batik untuk staf Pemkab Bekasi adalah CV. Ary Partha perusahaan asal pulau dewata yang beralamat di Jl. Wisma Udayana No 27, Dusun Br Satria, blahbatuh – Gianyar kabupaten Bali. dengan nilai proyek sebesar Rp3,690,023,960.

“Berarti harga satuannya sebesar Rp275,560. Luar biasa, semua staf Pemkab Bekasi pasti senang dengan pakaian dinasnya yang baru dan mahal tersebut. Tapi CBA kurang yakin apakah masyarakat kabupaten Bekasi juga ikut senang atau malah dongkol mendengarnya,” ucapnya.

Sebagai catatan, ditambahkannya bahwa Pemkab Bekasi sebenarnya bisa lebih menghemat anggaran daerahnya. Jika saja Pemkab Bekasi mengambil tawaran PT. Jokhen Nusantara Indonesia. Perusahaan tersebut menawarkan harga satuannya senilai Rp180,000 atau dengan nilai kontrak Rp2,410,380,000

“Karena Pemkab Bekasi lebih senang dengan harga batik yang mahal, atau ada “seseuatu hal lain.” Dalam proyek Pengadaan bahan batik untuk staf Pemkab Bekasi ditemukan potensi kerugian sebesar Rp1,566,747,000 angka yang lebih dari cukup untuk bikin warge se-Kabupaten Bekasi ngelus dada,” papar Jajang.

Berdasarkan data tersebut, Jajang mengatakan bahwa CBA mendorong Kejaksaan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. Badan Perlengkapan Kabupaten Bekasi sebagai pelaksana proyek harus diperikasi terkait ditemukannya potensi kerugian negara yang besar.

“Selain itu juga Kejaksaan sebaiknya turut memanggil Bupati Neneng Hassanah untuk dimintai keterangan agar kasus tersebut terang-benderang,” pungkasnya. (*)

Check Also

Gelar Pasukan Gabungan Polresta Tanjung Pinang Tekad Amankan Pemilu 2019

Tanjung Pinang, sketsindonews – Polres Tanjungpinang Sektor Tanjungpinang Timur Melaksanakan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan …

Watch Dragon ball super