Home / Hukum dan Kriminal / Diduga Selingkuh, Dua Oknum Pejabat Satpol PP Bangkalan Digerebek Warga

Diduga Selingkuh, Dua Oknum Pejabat Satpol PP Bangkalan Digerebek Warga

Bangkalan, sketsindonews – Dua oknum pejabat di lingkungan Satpol PP Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, diduga melakukan hubungan perselingkuhan. Keduanya di antaranya, yang laki-laki berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara yang perempuan sebagai Tenaga Harian Lepas (THL).

Informasi yang dihimpun media ini, kejadian penggerebekan yang berlangsung di Perumahan Asri Pangeranan ini bukanlah kali pertama. Bahkan istri dan tetangga dari laki-laki sering kedapatan bawa perempuan lain ke rumahnya saat istri pergi keluar.

Perempuan yang dibawanya tidak menentu, kadang perempuan yang hidup se kantor, kadang pula perempuan lain. Sementara peristiwa ini terungkap perempuan yang dibawa ke rumahnya adalah perempuan yang hidup se kantor.

Di Satpol PP, laki-laki ini menjabat sebagai Kepala Seksi Pemeliharaan dan Pemadam Kebakaran, dan memiliki dua seorang anak. Sementara perempuan selingkuhan di kantornya sebagai THL dan memiliki tiga seorang anak.

Istri pelaku perselingkuhan berinisial HU mengaku, perilaku bejat suaminya tersebut, sudah sering terjadi secara berulang. Terakhir kemarin suaminya ketahuan berselingkuh di kantornya. Untuk menggerebeknya istrinya tersebut meminta pendampingan dari pihak aparat TNI.

“Waktu itu diselesaikan dengan jalur kekeluargaan. Karena suami saya tidak ingin berhenti dengan saya. Sementara saya sudah tidak tahan, makanya saya sering pulang ke rumah orang tua saya (Desa Kelean, Kecamatan Socah),” imbuhnya.

Dari kejadian itu, HU berencana akan melaporkan kelakuan bejat suaminya ke aparat berwajib. Termasuk ke Inspektorat pemerintah setempat, dengan memakai aturan kedisiplinan pegawai.

Dirinya berharap terhadap inspektorat untuk memberikan tindakan yang tegas terhadap pelaku dan selingkuhannya. Karena keduanya merupakan ASN dan THL yang mencoreng nama baik Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Seharusnya mereka memberi contoh yang baik, bukan berbuat yang tidak layak dicermin. Inspektorat harus memberikan sanksi yang tegas,” harapnya.

Sementara Ketua RT 04 Perumahan Asri Pangeranan, Joko Purnomo, saat melakukan penggerebekan semula menanyakan apakah ada perempuan atau tidak. Sementara orang yang ada di dalam rumah memberi kabar, jika tidak ada perempuan.

“Setelah keluar dari rumah, ada saksi yang melihat bahwa sebelumnya ada perempuan yang masuk. Dan setelah digerebek, ternyata memang ada perempuan,” tutur Joko.

Selain itu Joko juga sempat menanyakan kepada keduanya tersebut sedang melakukan apa di dalam rumah hingga mengunci pintu. Pelaku menjawab alasannya isolasi mandiri.

“Tadi sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi dan meminta maaf atas kesalahannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid SDA Satpol PP Bangkalan Rahmad Ansori saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari kejadian ini, soal sanksi pihaknya memasrahkan langsung ke pimpinannya.

“Kami serahkan ke pimpinan semua,” singkatnya.

(nru/yht)

Check Also

Laporannya Molor 1,5 Tahun, Begini Tuntutan Kuasa Hukum Pembeli Apartemen Antasari 45

Jakarta, sketsindonews – Kuasa Hukum dari pembeli Apartemen Antasari 45, Utomo Karim menuntut kepastian hukum …

Watch Dragon ball super