Home / Berita / Metropolitan / Diiming-Imingi Gabung PT. TransJakarta, Pemilik Metromini Jadi Korban Hingga Miliaran

Diiming-Imingi Gabung PT. TransJakarta, Pemilik Metromini Jadi Korban Hingga Miliaran

Jakarta, sketsindonews – Sejumlah pemilik bus Metromini menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan dengan total kerugian hingga Rp 1 miliar. Mereka tertipu karena diiming-imingi bergabung dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

Komisaris PT Metromini Herlambang Wicaksono mengatakan para pemilik mengaku dimintai uang Rp 300 juta agar bus Metromini yang kini sudah dilarang beroperasi di Jakarta dapat mengaspal bagian dari armada PT TransJakarta.

“Perjanjiannya ada salah satu anggota dijanjikan kontrak per kilometer. Sedangkan kontrak dari PT TransJakarta belum ada untuk PT Metromini,” kata Herlambang Wicaksono seperti dilansir Detik.com, Sabtu (3/9/2022).

Dia mengatakan penipuan tersebut diduga dilakukan seorang pengurus PT Metromini yang kini berstatus sebagai terlapor di Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim).

Dia mengatakan pemilik bus tersebut mau menyerahkan uang karena tertipu surat kontrak kerja sama palsu antara PT Metromini dan PT TransJakarta.

Surat kontak palsu itu dibuat pada 2019 dan terdapat tanda tangan satu direktur PT TransJakarta. Padahal PT TransJakarta menyatakan tidak pernah mengeluarkan surat kontrak tersebut.

“Sudah ada kuasa hukum (korban) yang bersurat ke PT TransJakarta. Kami sudah memberikan surat balasan yang mana PT Metromini belum berkontrak dengan PT TransJakarta,” ujar Herlambang.

Salah satu korban bernama Ferry Irawan telah membuat laporan dugaan penipuan tersebut ke Polres Metro Jakarta Timur pada 2 April 2022.

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/719/IV/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Timur/Polda Metro Jaya.

Dalam laporan itu, korban menyebut telah menyerahkan uang Rp 300 juta kepada terlapor atas nama Nofrialdi sebagai uang muka pengadaan unit TransJakarta.

Polisi Usut Kasus

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Ahsanul Muqaffi membenarkan perihal laporan dugaan penipuan pengadaan unit TransJakarta tersebut.

“Baru selesai konfrontir hari ini. Masih dalam tahap penyelidikan,” kata Ahsanul Muqaffi.

Tanggapan TransJ

Sementara itu, dimintai konfirmasi terpisah, Kepala Departemen Humas dan Kemitraan PT TransJakarta Iwan Samariansyah mengatakan hingga kini belum ada bus Metromini yang beroperasi sebagai armada PT TransJakarta.

“Karena masih ada kendala proses administratif. Kepengurusan Metromini ada dualisme,” ujar Iwan.

Dia juga mengatakan PT TransJakarta tidak pernah mengeluarkan surat kontrak kerja sama dengan PT Metromini sebagai operator bus.

“Setahu saya belum. Soal isu uang, itu jelas pelanggaran berat kalau benar terjadi. Melanggar prinsip good corporate governance (tata kelola perusahaan yang baik),” tutur Iwan.

Check Also

Meriahkan Peringatan Hari Pahlawan, Koleksi Muspusdirla Diboyong Ke Surabaya

Yogyakarta, sketsindonews – Cek dan ricek. Sesuaikan dengan check list. Ini penting, agar koleksi atau …

Watch Dragon ball super