Dimana Keadilan, Terdakwa Tanpa Rompi

Jakarta, sketsindonews- Advokat sekaligus terdakwa Desrizal Chaniago benar-benar “beruntung” bila dibandingkan dengan para terdakwa lainnya.

Mengapa beruntung? Ya, sebab Desrizal tidak menggunakan “gelang besi” alias diborgol sebelum dan sesudah menjalani proses persidangan serta tidak pula mengenakan rompi tahanan ciri khas kejaksaan. Layaknya tahanan.

Padahal lazimnya tahanan jaksa, para terdakwa diwajibkan mengenakan rompi “kebesaran” milik Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk seorang Desrizal Chaniago.

“Tidak boleh ada diskriminasi dalam hukum, termasuk soal rompi tahanan. Semua sama dimata hukum,” kata seorang jaksa mengomentari kasus Desrizal di lingkungan PN Jakpus, Selasa (8/10).

Tak hanya Desrizal yang tidak memakai rompi tahanan. Terdakwa kepemilikan senjata api Kivlan Zen maupun Habil Marati pun ogah menggunakan seragam tahanan.

Entah mengapa?

Setali tiga uang. Dilakukan lembaga bernama anti suap. Penggunaan rompi tahanan KPK baru digunakan jika seorang tersangka usai menjalani pemeriksaan dan berkasnya akan dilimpahkan ke pengadilan.

Namun sesampainya di pengadilan faktanya jauh panggang dari api. Para tahanan KPK, sebelum dan sesudah sidang pun mereka tidak memakai rompi tahanan. Dengan dalih melanggar Hak Azasi Manusia para koruptor menolaknya.

Sebut saja terdakwa Sofyan Basir yang terjerat kasus suap korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau 1. Atau Alvin Suherman dan Sendy Pericho yang diduga melakukan penyuapan terhadap jaksa.

Namun berbeda perlakuan dengan tahanan pidana umum lainnya. Mereka taat dan patuh mengenakan seragam tahanan dan rela diborgol. Bahkan saat proses sidang berlangsung pun mereka tetap menggunakan rompi tahanan. Dimana keadilan?

Sofyan Hadi