DPRD Kota Surabaya Usulkan Rumah Sakit Darurat Corona

Surabaya, sketsindonews – Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya Almarawita Kadir mengusulkan pemerintah kota setempat menyiapkan rumah sakit darurat atau khusus corona Covid-19. 

Demikian disampaikan menyusul adanya peningkatan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP) dan pasien positif corona Covid-19. 

“Tidak hanya itu, penetapan Surabaya masuk zona merah corona merupakan permasalahan yang serius dan harus disikapi dengan sangat serius,” kata Almarawita dikutip dari Antara, Rabu (25/3). 

Menurut dia, adanya peningkatan jumlah penderita corona ini tentunya mengakibatkan ruang isolasi yang ada di 15 rumah sakit rujukan di Surabaya tidak bisa menampung pasien yang positif. 

Dia menjelaskan rumah sakit memang melakukan pemilahan untuk pasien yang terinfeksi dengan gejala yang berat yang didahulukan. 

Hal ini, lanjut dia, menyebabkan pasien yang positif corona tanpa gejala atau gejala ringan-sedang diharuskan untuk melakukan isolasi diri dengan ketat di rumah masing-masing.

“Keadaan ini dapat menimbulkan permasalahan kepanikan warga di sekitar daerah pasien positif yang mengisolasi diri di rumah,” tuturnya. 

Sehingga, lanjut dia, untuk menangani masalah ini sebaiknya memang ada tempat berupa rumah sakit darurat/khusus corona yang menangani kasus pasien yang positif dengan keluhan ringan-sedang.

“Ini penting untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini dan juga sekaligus menyelesaikan permasalahan pada warga sekitar pasien yang positif agar tidak terjadi kepanikan,” ujarnya.

Untuk itu, kata dia, pihaknya mendukung penuh apabila ada rumah sakit darurat atau rumah sakit khusus corona ini. Rumah sakit ini bisa dibuat di rumah susun atau di rumah-rumah dinas yang tidak ditempati atau di tempat lain di Surabaya.

“Yang penting bisa dipersiapkan untuk rumah sakit darurat dengan standar yang sudah ditetapkan oleh WHO,” katanya. 

Sementara itu, Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan Pemkot Surabaya menyiapkan gedung isolasi bagi orang dalam pemantauan (ODP). 

Gedung isolasi tersebut dikhususkan bagi ODP dengan gejala corona, seperti demam ringan, namun tidak dalam kondisi sesak napas. 

“Gedung isolasi ini kita buat memang kalau untuk gejala corona yang ringan-ringan, tidak ada sesak, tidak ada demam, kita taruh dalam ruang isolasi itu,” jelasnya. 

Menurut dia, gedung isolasi standarnya memang dibuat seperti di rumah sakit. Di gedung itu, terdapat 30 tempat tidur yang telah disiapkan. Namun demikian, lanjut dia, gedung isolasi ini dikhususkan bagi ODP dengan gejala ringan corona. 

(Antara/skt)