Home / Berita / Dugaan Pengerusakan Lahan Naik Sidik

Dugaan Pengerusakan Lahan Naik Sidik

Jakarta, sketsindonews – Kuasa hukum Hendro Kimanto Liang, Hartono Tanuwidjaja SH Msi MH CBL menuturkan, penyelidikan kasus dugaan pengerusakan lahan di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Di Polda Banten terhadap terperiksa RH berserta kompatriotnya saat ini akan naik ke penyidikan.

Artinya tidak lama lagi akan ada tersangka.

“Saat ini pihak Polda Banten akan meningkatkan proses kasus pengerusakan lahan klien kami dari penyelidikan ke penyidikan,” kata Hartono saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/2/21).

Menurut Hartono dengan ditingkatkannya perkara tersebut, bearti dia meyakini jika penyidik kepolisian telah memiliki minimal dua alat bukti guna meneruskan kasus pidana ke meja hijau.

Sebagai informasi, Hendro Kimanto melaporkan RH dan kawan-kawan ke Polda Banten pada 11 Desember 2020 karena perkara dugaan tindak pidana pemalsuan dan atau penyerobotan tanah sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 263 KUHPi dan pasal 385 KUHPidana.

Menurut penasehat hukum Hedro Kimanto yakni Hartono Tanuwidjaja, SH, menyatakan bahwa laporan polisi tersebut diregister dengan nomor: TBL/377/Xll/RES.1.9/2020/SPKT lll/Banten. Adapun uraian kejadiannya sekitar bulan Agustus 2020 di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Tanah milik klien kami itu yang diduga telah diserobot, karena telah terjadi pembangunan perumahan diatas tanahnya.

“Diduga telah terjadi tindak pidana pemalsuan surat atau penyerobotan tanah yang diduga dilakukan oleh terlapor Regent Honoris dan kawan-kawan, terhadap tanah milik klien kami yang telah menjadi korban Hendro Kirmanto. Tanah seluas 60 hektar yang berada di blok 8, 9, 12 dan 13 di Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang itu, telah terjadi pembangunan perumahan,” ujar Hartono.

Hartono menjelaskan awal mula kejadiannya, bahwa Hendro selaku korban mendatangi lokasi tanah miliknya. Ironisnya, ternyata di blok 13, telah terjadi pembangunan perumahan yang diduga dilakukan oleh PT Griya Sukamanah Permai (PT GSP).

Menurut informasi diatas tanah seluas 60 Hektar tersebut, seluruhnya akan dilakukan pembangunan Perumahan. Berdasarkan hal itu, Hendro melakukan pengecekan di kantor BPN Kabupaten Tangerang.

“Disana ditemukan salah satu Surat Pelepasan Hak (SPH) milik PT Bumi Mahkota Pesona (PT BMP) yang terletak di blok 8, pelepasan hak dari Marauni No: 517/Tigaraksa/1996 tumpang tindih dengan SPH milik PT GSP atas nama pelepas hak M. Enjen No: 590/833/2017 yang teregister dalam peta NIB 00107 atas nama PT GSP,” jelasnya.

Sementara, korban Hendro sebagai pemilik tanah, kata Hartono tidak pernah menjual atau melepas hak kepada PT GSP. Kemudian diketahui lokasi tanah tersebut sudah dibangun Perumahan Modern Cilejit, karena sudah dipasarkan atau diiklankan.

“Padahal diketahui ada beberapa SPPT atas nama PT BMP yang sudah di balik nama atas nama PT GSP. Selanjutnya korban melakukan pengecekan ke kantor Camat Jambe dan ditemukan bahwa atas tanah di blok 13, terdapat SPH atas nama PT GSP,” ungkapnya, seraya mengatakan berdasarkan SPH tersebut PT GSP melakukan pembangunan Perumahan komersil.

(Sofyan Hadi)

Check Also

Ada Konten Membahayakan, Ketua DPD RI Minta Pemerintah Tegur TikTok

Bangkalan, sketsindonews -Aksi tawuran sekelompok anak di bawah umur yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur …

Watch Dragon ball super