Home / Berita / Empat Karakter Buruk Manusia

Empat Karakter Buruk Manusia

Oleh: Letkol Sus Giyanto

MANUSIA diciptakan Allah SWT. sebagai makluk yang sempurna, dengan kesempurnaan ini manusia menjadi hebat bahkan untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sehingga disisi lain manusia juga mempunyai potensi yang besar baik dalam kemuliaan, bahkan juga sebaliknya berpotensi mendapat kehinaan yang posisinya lebih rendah dari binatang dan hewan ternak.

Untuk menentukan masing-masing potensi tersebut, itu sangat tergantung bagaimana manusia itu dalam menjaga hati dan mengelola hawa nafsunya, apakah ditundukkan untuk taat kepada semua perintah Allah untuk mencapai derajat kemuliaan, atau malah memperturutkan segala nafsu tanpa kendali, sehingga manusia memasuki jurang kehinaan yang serendah-rendahnya.

Allah telah menggambarkan proses penciptaan manusia secara rinci dalam Q.S Al-Mukminun ayat 12-14. Disamping kedahsyatan penciptaan manusia dan struktur yang ada dalam tubuhnya, manusia juga “dianugerahi” beberapa karakter buruk yang jika tidak diobati, maka akan merugikan manusia itu sendiri. Beberapa karakter buruk manusia yang disebut dalam Al-Qur’an, yaitu :

1. Suka Berkeluh Kesah

“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir.” (QS. Al-Ma’arij: 19)

Dari ayat di atas, dapat kita temukan salah satu sifat manusia yaitu suka berkeluh kesah, ketika menghadapi musibah dan masalah sekecil apa pun. Ini adalah sifat asal saat penciptaan manusia. Namun demikian, sebenarnya sifat ini memiliki hikmah tersendiri.

Misalnya, ketika manusia diberi ujian. Masalah adalah salah satu ujian Allah untuk hamba-Nya. Dua hal yang tidak bersifat permanen di dunia ini dan sering menjadi masalah bagi hamba adalah kesehatan dan rezeki. Namun, perubahan dinamika kesehatan dan rezeki bertujuan sebagai sarana pengajaran.

Orang yang selalu dekat dengan Allah akan selamat dari kelemahan karakteristik ini. Saat diuji, ia akan langsung menyerahkan diri kepada Allah dan memohon pertolongan-Nya.

2. Bersifat Kikir

Dari ayat 19 surah Al-Ma’arij di atas juga dapat kita temukan sifat lain dari manusia, yaitu bersifat kikir. Manusia sangat tamak dan suka menumpuk-numpuk harta. Namun, jika dijalankan sesuai ajaran agama, menjauhi sifat tamak ini adalah jalan menuju surga.

Contohnya, tamak membuat manusia gemar mengumpulkan harta, namun agama menyuruh untuk menginfakkannya di jalan Allah, maka ia menjadi harga menuju surga. Mata ingin terus tidur saat waktu subuh, namun agama menyuruh untuk bangun dan menunaikan shalat subuh. Maka, jalan-jalan yang merupakan kebalikan dari sifat tercela adalah jalan menuju surga.

3. Sikap Zalim Dan Bodoh

Allah SWT. berfirman dalam Q.S. Al-Ahzab: 72.“… sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” Kezaliman dan kebodohan manusia dalam ayat di atas disebabkan karena rusak dan kotornya bumi, karena pertumpahan darah dan ulah manusia itu sendiri yang tidak merawat bumi dan seisinya sesuai dengan ketentuan Allah.

4. Tidak Adil

Berlaku adil adalah tindakan yang terkadang kurang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kaum Madyan yang tidak berlaku adil, akhirnya diazab oleh Allah, seperti dalam firman-Nya, “Dan Syu’aib berkata, ‘Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (QS. Hud: 85).

Betapa pun sulitnya menghindari tabiat yang sudah Allah lekatkan dalam diri manusia, dengan bertobat dan terus berdoa kepada-Nya, niscaya Allah meminimalkan karakter buruk tersebut dari dalam diri kita.

Check Also

21 orang Crew, Kadet Kapal Negara Adhara Distrik Navigasi Kelas 1 Tanjungpinang Dilaporkan Positif Covid-19

Tanjungpinang, sketsindonews – 21 orang Crew, Anak magang/Kadet di Kapal Negara (KN) Adhara Distrik Navigasi …

Watch Dragon ball super